Bertepatan dengan Dies Natalis LPP yang ke-45 atau Lustrum LPP yang ke-9, LPP menerbitkan buku yang berjudul “45 Tahun LPP for People Transformation”. Tujuan penulisan buku ini agar dapat sebagai pengingat atau tonggak sejarah yang ditorehkan segenap jajaran LPP dalam rangka menunjang usaha peningkatan kinerja lembaga. Secara substansial isi buku ini merupakan perbaikan dan pelengkap dari buku sebelumnya yaitu 40 tahun LPP: Jejak Langkah Pembelajaran. Diharapkan buku ini bagi Stakeholders LPP mampu memberikan kontribusi dalam membuka dan memahami semua dinamika, kendala dan harap-an yang ada di LPP. Bagi civitas akademika LPP semoga dapat membantu para insan LPP agar dapat melakukan refleksi dan perenungan sehingga di masa depan mampu melakukan pengelolaan secara terencana, efektif dan efisien.

Secara keseluruhan buku ini dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama berisi perkembangan LPP sejak dari masa berdirinya sampai kini. Perkembangan kelembagaan LPP selama 45 tahun dikelompokkan ke dalam periode sepuluh tahunan, yang terdiri atas Periode CGN/AGN (tahun 1950-1969), Periode Eksis-tensi LPP (1970-1979), Periode Perkembangan LPP (1980-1989), Periode Pemantapan Value dan Keman-dirian (2000-2009), serta Periode LPP for People Transformation (2010 sampai sekarang). Redaksi men-coba menukilkan salah satu bab yaitu Bab V yang berisi LPP for People Transformation.

TETAP PADA CORE BUSINESS
Pada usianya yang ke-45, LPP bertekad tidak pernah keluar dari core business (bisnis inti)-nya. LPP saat ini mengelola enam kegiatan utama. Pertama, pelatihan bagi calon-calon karyawan perkebunan, SDM yang sedang bertugas di perkebunan, dan bagi calon purnakaryawan. Kedua, konsultasi dibidang mana-jemen, teknologi, keuangan, pengembangan organ-isasi, budaya dan implementasi sistem. Ketiga, Pendidikan Tinggi Perkebunan Jalur Profesi (Sarjana Terapan) bidang Kelapa Sawit, Karet dan Gula; yang berlokasi di Medan dan di Yogyakarta. Keempat, Assessment Center dan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Kelima, pengkajian masalah-masalah stratejik dan pengembangan industri hilir perkebunan. Keenam, akomodasi hotel dan tempat meeting terlengkap di Yogyakarta.

LPP memiliki kompetensi yang luas di berbagai bidang keahlian, meliputi kompetensi manajemen, keuangan, produksi, organisasi/SDM, teknik, pengolahan, psiko-logi, dan lain lain. Dengan kompetensi yang beragam dan luas, LPP telah banyak berkontribusi di industri perkebunan. Bahkan saat ini LPP diminta melayani institusi di luar perkebunan, antara lain Perum Per-hutani, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Proyek-proyek konsultasi yang dilakukan LPP adalah implementasi Competency Based Human Resource Management (CBHRM), implementasi Activity Based Costing (ABC) System, penyusunan Rencana Jangka Panjang (RJP), master plan, road map, business plan, pengembangan industri hilir, desain pabrik gula/kelapa sawit/karet, alih proses pengolahan gula, desain Pem-bangkit Listrik Tenaga Biomassa Sawit (PLPTBS), otomatisasi di pabrik, audit energi, studi kelayakan bisnis, pengembangan agrowisata, pengembangan anak perusahaan, dan lain lain.

Secara umum pola kegiatan LPP diperuntukkan bagi masyarakat umum dan pelaku di industri, serta para petugas pendukung industri. LPP sangat terbuka kepada siapa saja yangingin mengembangkan karir di bidang industri perkebunan. Berdasarkan pada program dapat dikelompokkan menjadi kelompok yang akan memasuki industri, yang berada dalam industri dan yang akan meninggalkan industri , serta kelompok pendukung industri.

Dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015, LPP sudah menyiapkan segala sesuatunya. Pada intinya selain tetap fokus melayani masyarakat perkebunan, khususnya perusahaan BUMN Perkebunan, LPP mencoba mengembangkan pelayanannya untuk masyarakat yang lebih luas dalam rangka meningkatkan daya saing SDM.

Sebagaimana kita ketahui, dalam aspek daya saing global, Indonesia belum menjadi leader, bahkan di tingkat ASEAN sekalipun. Menurut Survei World Eco-nomic Forum 2013- 2014, Indonesia masih berada di bawah Brunei Darussalam, Thailand dan Malaysia, serta masih jauih di bawah Singapura. Oleh karena itu dibutuhkan gerakan kemajuan yang lebih cepat dan bukan hanya inkremental, yaitu sebuah tranformasi. Sumber transformasi adalah pada sumberdaya manusianya. Manusia Indonesia Indonesia harus ber-sama-sama melakukan transformasi agar mampu mengatasi persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi seperti korupsi, kemiskinan, birokrasi, kerusakan moral dan sebagainya. Dengan penduduk yang lebih dari 240 juta, dibutuhkan peran aktif segenap lapisan masyarakat untuk menghasilkan manusia-manusia yang berdaya saing global, berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya dan bermartabat.

LPP sebagai bagian dari warga negara yang telah sekian lama mengabdi dalam pengembangan sumberdaya manusia dan manajemen, dengan pengalaman dan kompetensi yang telah dibangun, serta kesungguhan hati segenap civitas akademikanya bermaksud mengambil peran dalam transformasi tersebut.

Berbekal pengalaman dan kompetensi LPP, serta tan-tangan globalisasi yang makin besar yang dihadapi bangsa, makin memperkuat keinginan LPP untuk berkiprah di dunia yang lebih luas. Tidak hanya pasar dunia perkebunan yang telah menjadi tradisinya, tetapi pasar yang lebih luas. Dengan semangat dan spirit yang baru, bersama agen-agen perubah lainnya di negara ini, mendorong terjadinya transformsi manusia Indonesia menjadi SDM yang berdaya saing global. Adalah tepat waktunya untuk membulatkan tekad dan memulai berkarya, “LPP for People Transformation”.

LPP FOR PEOPLE TRANSFORMATION
Dalam program tersebut LPP menawarkan berbagai bentuk kerja sama dan format pelatihan, lokakarya, seminar, konsultansi, dan pelayanan lain. Program tersebut dibagi menjadi tiga kelompok program yaitu: People Development, Organization and Business Development, dan Health & Quality of Life Develop-ment.

People Development merupakan program LPP dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, kewirausaha-an, kecerdasan emosinal mental spiritual dan lain lain bagi karyawan perusahaan. LPP menawarkan antara lain Program Pelatihan Kewirausahaan untuk Persiapan Pensiun, Executive Spiritual Camp (Program Pengembangan Kesadaran Spiritual bagi Eksekutif), Intrapreneurship Development Program, dan On Becoming Transformation Leaders (Pengembangan Kepemimpinan Transformational).

Organization and Business Development didasari asumsi akan pentingnya pengelolaan organisasi, manajemen dan bisnis dalam menghadapi tantangan perubahan menuntut pelaku bisnis untuk ulet dan kreatif. Banyak inovasi dan pengembangan dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Namun, untuk pemilihan inovasi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan perubahan tersebut kadang kala menjadi masalah bagi perusahaan. Terkait dengan hal tersebut, LPP menawarkan program antara lain Knowledge Management, Implementasi Manajemen Risiko dalam Perusahaan serta Business Continuity Management.

Program Health & Quality of Life Development dibuat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan kesehatan dan kualitas hidup. Program ini didasari kenyataan bahwa manusia dapat berkinerja prima bila dalam keadaan sehat, bugar, kuat dan seimbang. Program yang ditawarkan meliputi Mem-bangun Pelayanan Prima, Penentuan Tarif Pelayanan Kesehatan, Pemasaran Pelayanan Kesehatan, Keajaib-an Penyembuhan, Study Visit Rumah Sakit dan lain-lain.

KMC PERKEBUNAN
Setelah membangun Pusat Informasi (Pusinfo) Perkebunan BUMN Perkebunan dan Perpustakaan Digital on Line, saat ini LPP sedang berbenah untuk melengkapinya dengan Knowledge Management Center (KMC) Perkebunan. Diharapkan KMC Perkebun-an dapat menyajikan ilmu pengetahuan, inovasi-inovasi baru, hasil-hasil penelitian, pengetahuan prak-tis yang ditulis oleh masyarakat perkebunan, dan juga keberhasilan-keberhasilan yang mereka capai melalui inovasi-inovasi.
Fasilitas berbasis web ini memungkinkan seluruh karyawan perkebunan di seluruh Indonesia dapat mengakses dari mana saja berbagai informasi dan pengetahuan yang dimiliki dan dikelola LPP. Selain dapat mengakses informasi dan pengetahuan yang terkait dengan manejemen dan bisnis perkebunan. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi media berbagi (sharing) pengetahuan dan pengalaman antar anggota, baik dalam bentuk studi kasus maupun sumbang saran, pemikiran dan inovasi melalui forum yang akan disediakan untuk itu.

Harap dimaklumi bahwa studi kasus merupakan fasilitas bagi anggota dapat belajar dari berbagai pengalaman yang di-share para koleganya, terkait dengan beberapa aspek bisnis, manajemen dan teknologi perkebunan. Bagi siapa saja yang meng-inginkan berbagi pengalaman profesionalnya, dapat mengembangkan kasus yang menarik untuk dipelajari melalui proses penyusunan yang dibimbing oleh sebuah prosedur dan fasilitas yang dapat diakses melalui kwowledge center LPP. Selain itu para anggota juga dapat mengakses berbagai artikel dan tulisan yang relevan dengan bisnis, teknologi dan manajemen perkebunan yang dikelola LPP dari berbagai sumber. Para anggota juga dapat memperoleh informasi lebih detil terkait produk jasa LPP, baik diklat maupun konsultasi.

PUSINFO PERKEBUNAN DAN PERPUSTAKAAN DIGITAL ONLINE
Dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang terkait dengan industri perkebunan, LPP telah membangun Pusat Informasi (Pusinfo) BUMN Perkebunan dan Perpustakaan Digital Online. Informasi yang terkait dengan perkembangan bisnis dan teknologi perkebunan di seluruh BUMN Perkebunan di seluruh Indonesia tersaji di Pusinfo LPP. Sedangkan melalui perpustakaan digital online LPP, perkembangan ilmu pengetahuan bidang perkebunan dapat diakses oleh seluruh karyawan perkebunan di Indonesia.

Pusinfo LPP dan perpustakaan digital online LPP sedang dikembangkan menjadi knowledge management center bagi industri perkebunan, baik BUMN maupun yang lain. Melalui media ini diharapkan proses pembelajaran bagi para pelaku industri perkebunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus menerus dengan menggunakan media pembelajaran yang ada baik buku, kasus, success story manager, video, inovasi baru, hasil penelitian, pengetahuan praktis perkebunan, dan lain-lain.
Sebagai institusi keilmuwan, LPP terus berusaha membenahi perpustakaannya, baik yang di Yogyakarta maupun di Medan. Usaha tersebut tidak sia-sia meng-ingat sejak tiga tahun lalu yakni pada dies natalis LPP ke-42, secara resmi LPP telah meluncurkan perpus-takaan digitalnya. Prestasi perpustakaan yang ada di kampus Medan juga tidak kalah. Perpustakaan LPP Kampus Medan dianyatakan sebagai pemenang Lomba Perpustakaan Perguruan Tinggi Terbaik se- Sumatera Utara.

MEMPERBAIKI DIRI TERUS MENERUS
LPP terus membenahi sarana dan prasarana pelatihannya. Meskipun LPP telah memperoleh sertifikasi ISO untuk pelatihan dan konsultansinya sejak tahun 2011, LPP terus bertekad untuk terus mem-pertahankannya dan bahkan memperbaikinya. Penyempurnaan kurikulum kursus jabatan diselesai-kan pada tahun 2013. Selain itu media pembelajaran juga tidak terlepas dari perhatian manajemen. Pada tahun 2013 LPP menyelenggarakan lomba pembuatan learning media yang seluruh tenaga profesionalnya. Dari lomba tersebut LPP telah medapatkan berbagai learning media baik itu berupa film, games, diskusi kasus, renungan powerpoint dan sebagainya dan menjadi milik lembaga. Dengan berbagai media yang telah dibuat, diharapkan proses pendidikan di LPP menjadi lebih baik. Melihat antusiasme para tenaga profesional untuk memperbaiki kualitas kursus, kembali lagi pada tahun 2014 LPP Kampus Yogyakarta menggelar lomba penulisan learning media. Lomba pada saat ini difokuskan pada penulisan kasus. Kini LPP telah mengkoleksi semakin banyak kasus untuk digunakan pada berbagai pelatihan terutama untuk kursus jabatan.
Sarana prasarana juga diperbaiki. LPP selain memperbaiki tampilan fisik yang nampak dari luar juga meningkatkan kualitas ruangan, perlengkapan kelas seperti LCD, CCTV, meja kursi peserta dan sebagainya. Hotel yang berada di Demangan dan Ambarrukmo ditingkatkan kualitasnya dengan merenovasi bangunan, sarana prasarana dan pelayanannya. Sehingga pada tahun 2012 LPP Convention Hotel dan LPP Garden Hotel yang berada di dekat hotel Ambarrukmo mendapat sertifikasi hotel berbintang tiga.

Tidak hanya itu, rumah dinas Direktur yang berada di sebelah timur LPP Kampus Yogya juga disulap menjadi Guest House dengan 19 kamar. Ke depan nantinya Guest House ini akan terus ditingkatkan kualitasnya sehingga peserta kursus jabatan LPP bisa diakomodasi-kan di Guest House ini yang diberi nama Planters Guest House.

Untuk memperbaiki pelayanan politeknik, manajemen memutuskan untuk mengubah salah satu rumah dinas yang ada di Jalan Kalisahak dijadikan Kantor Politeknik. Diharapkan renovasi ini mampu membuat tampilan Politeknik LPP semakin cantik dan semarak.

PENULISAN BUKU ILMIAH
LPP mendorong setiap tenaga profesionalnya untuk memberikan sumbangan pemikirannya melalui tulisan. Melalui internal magazine LPPcom, seminar internal dan media lainnya, mereka mengasah kom-petensi penulisan. Perkembangan lima tahun terakhir diwarnai dengan penulisan buku oleh para tenaga profesional LPP. Para Tenaga profesional LPP telah menghasilklan sekitar 20 buku yang sebagian diterbit-kan oleh LPP dan sebagian lainnya diterbitkan oleh penerbit umum seperti Penerbit Andi, Gramedia WidiaSarana, Gadjahmada University Press dan sebagainya.

ASSESSMENT CENTER/TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) MANAJER DAN PIMPINAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN
LPP memiliki assessment center yang merupakan layanan untuk membantu perusahaan dalam melaku-kan penilaian/pengukuran potensi, pengukuran kompetensi, serta pengukuran bakat/talenta seorang karyawan atau manajer. Ruang lingkup jasa layanan assessment center LPP mulai dari karyawan pelaksana (operator) sampai dengan pimpinan perusahaan (Direksi).

Assessment center LPP telah melayani banyak sekali klien, baik perusahaan maupun instansi pemerintah, serta masyarakat umum. Ruang lingkup layanan assessment center LPP meliputi: rekrut dan seleksi calon karyawan, promosi jabatan, pemetaan dan uji kompetensi , serta fit dan proper test bagi pimpinan.

Sebagai persiapan LPP menjadi Tempat Uji Kompetensi, LPP telah melatih hampir seluruh tenaga profesionalnya untuk mengikuti pelatihan sertifikasi bagi assessor uji kompetensi. Politeknik LPP yang berada di Yogyakarta telah mengajukan diri menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk teknologi gula dengan pendanaan dari dana hibah Kementerian Pendidikan Nasional. Sedangkan LPP sendiri juga mengajukan untuk menjadi LSP Perkebunan.

PUSAT KONSULTANSI TEKNOLOGI & MANAJEMEN
Kegiatan konsultansi yang dilakukan LPP dimaksudkan untuk membantu perusahaan perkebunan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, mulai dari permasalahan operasional sampai dengan permasalahan strategis perusahaan. Dengan didukung tenaga profesional LPP yang handal dari berbagai bidang disiplin ilmu meliputi teknik, pertanian, keuangan, psikologi, hukum, informatika dan lain lain. Setiap tahun LPP rata-rata melaksanakan 90-100 proyek konsultansi. Lima tahun terakhir LPP terlibat dalam berbagai konsultasi yang semakin meluas. LPP berpartisipasi membuat disain pabrik gula terpadu Glennmore, disain pabrik karet otomatisasi kerja sama dengan PTPN 12 dan Sucofindo. Menindaklanjuti harga gula yang rendah LPP juga berpartisipasi dan bekerja sama dengan PT RNI dalam pembuatan varian gula seperti cube sugar, gula batu, gula cair. Tidak hanya itu, pembuatan disain pembangkit tenaga biomasa dan tenaga gas juga dikerjakan LPP. Selain itu LPP juga melaksanakan pendampingan pembentukan anak perusahaan seperti tambang, perhotelan, agrowisata, serta industri hilir perusahaan.

MEMPERBAIKI STRUKTUR KEUANGAN LEMBAGA
Keuangan adalah ibaratnya darah tetap bagi perusaha-an. Bagi kehidupan manusia darah merupakan sumber kehidupan. Oleh karena itu menjaga kondisi keuangan tetap sehat menjadi tantangan manajemen. Banyak upaya telah dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Sudah dipatok dalam rencana bahwa tahun 2015 adalah awal tahun kemandirian (self financing) bagi LPP. Artinya LPP tidak lagi mendapat iuran dari para perusahaan anggota asosiasi.

Selama lima tahun terakhir LPP telah berusaha keras untuk menurunkan kewajiban lembaga baik kewajiban jangka panjang maupun pendek dari Rp 22 Miliar men-jadi sekitar Rp 6 Miliar. Keuangan juga selalu surplus meskipun sedikit. Hal ini lebih baik dari kondisi lima tahun sebelumnya. Bagi karyawan kenaikan gaji merupakan hal yang membanggakan. Dalam realisasi-nya LPP selalu menaikkan gaji karyawan tiap tahun. Ketakutan akan pendapatan pensiun yang kecil telah diantisipasi manajemen dengan menaikkan manfaat pensiun. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya pe-nerimaan pensiun berdasar Perhitungan Dasar Pensiun (PHDP) tahun 2002, mulai tahun 2015 penerimaan pensiun berdasar pada PHDP tahun 2010. Bagi mereka yang telah pensiun juga mendapatkan kenaikan pensiun.

MEMBANGUN MASJID JANNATUL ULUM
Masjid Jannatul Ulum merupakan masjid yang berada di dalam lingkungan LPP Kampus Yogyakarta. Sejak berdirinya pada tanggal 11 Maret 1993, masjid berlantai dua dengan bangunan pokok sekitar 50 m2 akhir-akhir ini sudah tidak mampu menampung kegiatan ibadah warga muslim LPP, yang terdiri dari karyawan LPP, mahasiswa Politeknik LPP, peserta kursus LPP dan warga sekitar. Selain itu, lokasi masjid yang berada di tengah kampus dan dekat dengan auditorium yang kerap ramai dengan banyak aktivitas, terkadang membuat kurang khusyuknya beribadah.

Untuk memenuhi kebutuhan yang makin berkembang, maka LPP membangun masjid baru dengan lokasi yang lebih strategi dan lebih luas. Maka dipilihlah lokasi di depan Politeknik LPP dan sebelah barat daya gedung auditorium LPP. Masjid dibangun di atas tanah seluas 144 m2, dengan luas lantai total 330 m2 yang terdiri dari dua lantai. Masjid ini mampu menampung sekitar 1.000 jamaah. Arsitektur masjid diselaraskan dengan bangunan LPP, sehingga menjadi satu kesatuan dengan lingkungan sekitar, namun tetap menjadi icon bagi LPP Yogyakarta secara keseluruhan.

Pembangunan masjid Jannatul Ulum yang baru mengambil konsep Green Building, yaitu bangunan yang selaras dengan alam. Taman dan kolam didisain mengelilingi seluruh bangunan masjid , sehingga akan memberi kesan asri dan sejuk.

Masjid Jannatul Ulum baru didisain untuk menjadi pusat kegiatan keislaman (islamic center) bagi seluruh civitas academica LPP Yogyakarta, baik bagi karyawan, mahasiswa Politeknik LPP, peserta kursus dan masya-rakat sekitar kampus LPP. Masjid juga dilengkapi dengan ruang-ruang kegiatan pendukung.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilaku-kan oleh Deputy Bidang Usaha Industri Primer, Kemen-terian BUMN Drs. Megananda Daryono, MBA setelah acara peringatan Dies ke-43 tanggal 1 Februari 2013. Setelah masa pembangunan selama dua tahun, saat ini masjid dalam kondisi 90 persen jadi dan sudah sering dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan termasuk sholat Jumat. (Esmet Untung Mardiyatmo)