• INOVATION MINDSET: Menjelmakan Ide Menjadi Kontribusi Nyata dalam Bisnis di Era Normal Baru

    Era normal baru yang menempatkan kita pada kondisi serba cepat dan tak pasti, mau tidak mau mengarahkan kita untuk memiliki mindset tertentu agar kita mampu merespon secara tepat kondisi yang kita hadapi dan mampu membangun cara-cara baru agar bisnis yang kita jalankan dapat bertahan dan berkembang. Dalam memahami mindset, saya perlu mencuplik beberapa pendapat berikut untuk menyamakan persepsi mengenai mindset. Gupta dan Govindarajan (2002) menyatakan bahwa mindset adalah bagian dari kognitif seseorang yang seringkali menjadi faktor yang mempengaruhinya dalam bertindak.  Sementara Lahiri, et al (2008) yang menyatakan bahwa mindset atau pola pikir dipengaruhi oleh kombinasi pengalaman, pengetahuan, value, dan kepribadian yang dimiliki seseorang. Pola pikir ini berkembang seiring waktu. Pendapat ini selaras dengan apa yang disampaikan Dweck dalam Nasutio (www.sbm.itb.ac.id/id/menciptakan-innovation-mindset), yang menyatakan bahwa mindset dapat diubah dan dikembangkan dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, mindset yang mempengaruhi seseorang dalam bertindak merespon stimulus yang ia hadapi dapat berubah dan terus dikembangkan. Hal merupakan kabar gembira bagi kita karena siapapun akan dapat mengubah mindset sesuai yang dibutuhkan dengan cara mempengaruhi komponen mindset yaitu pengalaman, pengetahuan, value, dan kepribadian. Jika value dan kepribadian akan membutuhkan waktu dan sulit diintervensi, maka pengalaman dan pengetahuan akan lebih mudah diberikan treatment. Dalam hal ini, perubahan mindset dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru, fasilitasi pembelajaran, serta interaksi dengan orang dan teknologi baru.

    Innovation Mindset

    Banyak pendapat bahwa untuk dapat bertahan dalam situasi bisnis dalam situasi normal baru ini perlu kemampuan adaptasi yang baik sehingga mampu menyesuaikan dengan apapun perubahan yang terjadi. Bentuk adaptasi yang dapat dilakukan salah satunya adalah melakukan inovasi dalam setiap bidang yang digeluti. Oleh karena itu penting bagi setiap pelaku bisnis untuk memiliki innovation mindset. Innovation mindset adalah pola pikir yang memungkinkan terlaksananya pengembangan dan penerapan ide-ide baru. Innovation mindset melahirkan pemikiran yang inovatif, menekankan pentingnya pengembangan dan aplikasi teknologi, yang senantiasa memantau perkembangan di luar perusahaan untuk mengidentifikasi peluang, metode dan teknik terbaru untuk bisa menghasilkan produk dan jasa yang bernilai tinggi di mata konsumen (Nasution, dalam www.sbm.itb.ac.id/id//menciptakan-innovation-mindset). Menurut Lahiri, et al (2008) atribut penting dalam innovation mindset adalah mengikuti perkembangan teknologi di dalam industri, merespon perkembangan teknologi dengan cepat, menghargai ide-ide dan model bisnis baru, mampu mengidentifikasi sumber-sumber ide baru di dalam maupun di luar perusahaan, melakukan pengembangan produk/jasa, mengedepankan next practice dibandingkan best practice.

    Agar efektif dalam implementasinya, menurut George (http://georgecouros.ca/blog/archives/4783) berikut beberapa karakteristik yang perlu dimiliki innovator’s mindset:

    1. Emphatetic, karakteristik ini diperlukan karena untuk membangun cara baru dan lebih baik dalam melakukan sesuatu kita perlu memahami siapa yang akan menggunakannya dan untuk apa.
    2. Problem finders, setiap inovasi berawal dari pertanyaan dan permasalahan bukan jawaban. Maka jika ingin menjadi inovatif kita perlu ’bertanya’ terlebih dahulu mengenai peluang apa yang bisa dilakukan untuk perbaikan.
    3. Risk-takers, berani mencoba sesuatu yang berbeda akan lebih berharga daripada hanya mencontoh best practices.
    4. Networked, inovasi tidak akan terjadi dalam keterisolasian. Seringkali ide yang baru dan lebih baik muncul saat ada situasi saling berbagi ide.
    5. Observant, inovasi muncul karena mengobservasi apa yang telah dilakukan oleh orang lain/organisasi lain/perusahaan lain. Hal ini sangat normal terjadi, sehingga diperlukan karakteristik pengamat yang merekam apa yang terjadi di sekeliling kita.
    6. Creators, banyak orang yang memiliki ide bagus namun tidak ada tindakan dan tidak memberikan dampak nyata. Inovasi adalah kombinasi dari ide dan kerja keras. Tanpa tindakan, ide yang brilian akan lenyap begitu saja.
    7. Resilient, sesuatu yang baru tidak begitu saja akan berhasil dilakukan dalam satu kali percobaan, maka perlu kemauan yang kuat dan tindakan untuk terus mencoba dan berhasil sampai pada inovasi yang diharapkan.
    8. Reflective, diperlukaan jeda untuk merefleksikan kembali proses inovasi yang telah dilakukan; apa yang berhasil dilakukan, apa yang gagal, apa yang dapat dilakukan selanjutnya, dsb.

    Mengembangkan Innovation Mindset

    Dalam mengembangkan innovation mindset diperlukan iklim organisasi yang mendukung. Govindarajan and Srinivas (2013) menyatakan bahwa sebuah perusahaan dapat membangun innovation mindset  karyawan dengan mengembangkan iklim yang selalu membiasakan untuk berpikir berbeda (think different), bertindak berbeda (act different), dan mencapai sukses luar biasa (achieve extraordinary success).

    Berpikir berbeda (Think different)

    Tidak semua ide layak dikejar. Langkah pertama adalah mempersempit ide yang banyak dan bertebaran ke ide yang memberikan peluang berharga. Miliki sebuah proses untuk mengevaluasi apakah ini adalah kesempatan yang tepat dengan bertanya: Apakah kita ingin mengejar ini – apakah sesuai dengan tujuan kita? Bisakah kita menjalankannya – apakah sesuai dengan kompetensi inti kita? Jika berhasil dengan cara terbaik, apakah manfaatnya akan berharga? Apakah ada risiko yang tidak akan bisa dipulihkan jika ada yang salah? Perlu keberanian merebut peluang yang memenuhi kriteria tersebut. Ciptakan mekanisme untuk mengumpulkan dana dan sumber daya yang tepat. Tantangan berikutnya adalah mencapai keseimbangan yang tepat antara mendapatkan hasil maksimal dari kesempatan ini dan menjaga agar apa yang telah diupayakan tetap berkinerja baik. Sadari bahwa memanfaatkan kesempatan hanyalah langkah kecil awal yang perlu terus dipelihara – seperti menanam tanaman, dari biji kecil yang terus tumbuh. Kita harus memeliharanya dengan sabar sampai tumbuh menjadi pohon besar dengan akar yang dalam dengan batang dan ranting yang lebat.

    Bertindak Berbeda (Act Different)

    Munculkan kesadaran dan ciptakan iklim di mana setiap sumber daya dan proses dihargai. Sampaikan cerita-cerita sukses organisasi, menyoroti dan menekankan pada rintangan yang pasti mampu ditakhlukkan dengan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, serta melalui regenerasi pemimpin yang berkesinambungan.

    Mencapai Sukses luar Biasa

    Ciptakan iklim di mana karyawan dapat berfokus pada hasil dan bukan pada aktivitas rutin yang menjebak. Buat proses perencanaan terpisah untuk upaya inovasi yang cukup besar yang  membutuhkan tim yang berdedikasi. Proses perencanaan inovasi perlu dipusatkan pada pembelajaran, melihat inovasi sebagai eksperimen nyata. Buat ukuran yang jelas untuk memastikan bahwa terjadi kemajuan ke arah yang benar sesuai harapan. Jika inovasi yang dilakukan telah berjalan stabil, maka perlu didorong untuk memperluas jangkauan untuk mengembangkan hasil yang diperoleh.

    Tiga hal tersebut di atas dapat dilakukan perusaahaan dalam membangun iklim menuju innovation mindset. Namun demikian, di luar itu semua, aspek paling penting bagi karyawan dalam mengembangkan innovation mindset adalah terus menciptakan rasa ingin tahu, mengarahkan diri dan mencurahkan komitmen untuk selalu memberikan nilai tambah dalam setiap situasi. Mari terus berkarya…