• Penanganan Kesehatan Komprehensif

    Manusia normal pasti menginginkan dirinya dan keluarganya bahagia dan terbebas dari ketidaknyamanan baik berupa gangguan, sakit, atau mengalami kekurangan. Oleh sebab itu manusia melakukan berbagai hal agar ketidaknyamanan tersebut bisa diatasi. Tetapi seringkali manusia lupa bahwa untuk mengatasi ketidak-nyamanan tersebut harus dimulai dari mengenali penyebabnya. Penyebab ketidaknyamanan bisa karena beberapa hal, paling tidak ada 10 penyebab ketidaknyamanan yang bisa diidentifikasi. Pertama karena bawaan lahir (kongenital) seperti bibir sumbing, mata juling. Kedua karena defisiensi (kekurangan bahan tertentu), misalnya timbul benjolan di leher akibat kekurangan yodium, mata menjadi buta akibat kekurangan vitamin A.

    Ketiga karena degeneratif, yang diakibatkan oleh proses penuaan dan pemakaian yang berulang seperti stroke, penyakit jantung koroner, mudah lupa hingga pikun atau demensia, osteoarthritis, rambut beruban, pendengaran kurang tajam, kulit berkeriput. Keempat karena pikiran, terutama disebakan oleh rasa cemas dan atau depresi. Gejala yang terlihat adalah insomnia, sakit maag, nyeri kepala, impotensi, kulit eksim atau gatal tanpa wujud. Kelima adalah karena Autoimun dan Alergi, sakit yang diakibatkan daya tahan tubuh yang terganggu bahkan pada kondisi ekstrim menganggap bagian tubuhnya sendiri dianggap lawan oleh sistim kekebalan tubuh, sehingga munculah penyakit lupus, reumatik, vitiligo, alergi udang, alergi udara dingin, anemia autoimun yang penampilannya hemoglobinnya rendah akibat sel darah merah pecah bisa karena udara dingin atau terlalu panas padahal dahulunya sehat terkena paparan udara tersebut.

    Keenam adalah karena metabolik, misalnya sakit diabetes mellitus yang nama lainnya adalah kencing manis, hiperkholesterol, asam urat yang terlalu tinggi. Ketujuh adalah karena Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, dan lain-lain, misalnya sakit tifus, desentri, hepatitis virus A, B, C, HIV, cacing tambang, toxoplasma, rabies, influenza, pneumonia, tetanus. Kedelapan adalah karena trauma seperti luka robek, iris, lecet, bakar, tusuk, patah tulang, gegar otak, tenggelam, terminum racun. Kesembilan adalah karena tumor jinak atau ganas yang terkenal dengan kanker baik yang padat seperti kanker payudara, kanker tulang, kanker otak, kanker usus, kanker paru, kanker leher rahim dan lain-lain, juga yang tidak nampak dari luar seperti leukemia, kanker sumsum tulang. Kesepuluh adalah karena tak dipakai yang seharusnya, misalnya kelemahan otot, tulang mudah keropos, pikun, kemampuan sex yang menurun.

    Jika kita mengalami salah satu kondisi tersebut pastilah perasaan kita risau, sedih, bahkan bisa stres. Sebetulnya berbagai upaya bisa dilakukan baik secara mandiri. Biasanya penderita akan melakukan tindakan dengan pengetahuan yang dimiliki dari baca buku, info iklan di radio dan TV, internet. Tetapi jika tidak sembuh biasanya minta bantuan orang lain yang dianggap mampu mengatasi masalah tersebut seperti pergi ke toko obat, dokter, terapis pijat-herbal, atau yang lainnya. Bagaimana hasilnya dan sebaiknya bagaimana mengatasi ketidaknyamanan ini?

    Cara mengatasi ketidaknyamanan
    Upaya mengatasi masalah ketidaknyamanan biologis adalah dengan dilakukan penanganan menggunakan ilmu biologis kedokteran, tetapi juga dapat diringankan dengan pendekatan psikologis dan juga sosial spiritual. Demikian juga sebaliknya masalah psikologis dan spiritual bisa diringankan dengan pendekatan kedokteran. Karena dampak satu masalah bisa merembet ke aspek psikologis dan spiritual. Misalnya saja penderita jantung koroner atau stroke, penderitaan pada umumnya akan mengalami perasaan cemas, sedih dan jika tidak kuat menahan akan muncul sebagai perilaku marah marah, menarik diri, tidak bergaul dengan orang lain. Orang lain juga akan merasa kasihan jika memberi tugas bahkan yang bersangkutan akan dinilai tidak mampu sehingga oleh orang lain atau warga masyarakat dia tidak dipakai lagi. Penderita akan merasakan penderitaan yang berlipat karena fisiknya sudah sakit, dan perasaannya sakit karena merasa dibuang dan disisihkan. Bahkan ada kasus istri atau suami kemudian tertarik ke orang lain karena pasangannya tidak mampu memberi nafkah batin.

    Memang jika seseorang menghadapi masalah seperti tadi, idealnya para “juru penyembuh” mengelola atau mengobati ketidaknyamanan tersebut secara komprehensif tidak hanya aspek fisik, namun juga mempertimbangkan aspek psiko-sosial spiritual, atau minimal mengarahkan atau bekerjasama dengan ahli lain yg kompeten supaya pasien mendapat pemulihan yang terbaik.

    Terapi Medis

    Kenyataan di lapangan jika seseorang yang sakit, misalnya terkena hipertensi maka dia akan berobat ke dokter. Oleh dokter biasanya diberikan obat penurun tensi seperti captopril, amlodipin, valsartan, bisoprolol, furosemid, spironolakton. Jika dokternya sempat, dia juga akan menyarankan agar mengkonsumsi cukup sayur dan buah karena mengandung cukup kalium sehingga membantu menurunkan tensi. Selain itu dokter juga mengharap pasien agar olah raga, banyak berdoa, sabar, mengisi luang waktu dengan melakukan hobi yang dia senangi.

    Banyak pasien hipertensi yang membeli obat dokter, tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan ke dokter karena punya alat sendiri untuk mendeteksi tensi yang digital atau karena dokter hanya memberi obat tanpa saran lain non obat, lalu menggunakan pengobatan pelengkap dan atau alternatif seperti pijat, herbal, yoga. Cara alternatif tersebut ternyata banyak yang merasa cocok karena berhasil menormalkan tensinya, bahkan kemudian ada yang melepaskan obat dari dokter dan cukup diri dengan pengobatan alternatif, atau melengkapi terapi obat dari dokter dengan non obat (yoga, tata nafas, dll) karena dengan cara ini dosis obat lebih rendah atau minimal bisa mengurangi jumlah konsumsi obat. Inilah yang disebut pendekatan CAM (Complementary and Alternative Medicine). Contoh dari pendekatan CAM ini adalah akupunktur, pengobatan tradisional China, aromaterapi, ayurveda, terapi chiropractic, penggunaan diet suplemen, terapi elektromagnetik, massage, homeopathy, osteopathy, chi gong dan reiki. Pendekatan tersebut akhir-akhir ini terus tumbuh dan semakin popular.

    Olahraga terbukti sebagai terapi alternatif untuk depresi pada orang tua. Tai Chi terbutki mengurangi kelemahan dan jatuh pada orang tua. Penulis beserta kolega di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan mahasiswa S1, S2, Spesialis telah meneliti manfaat terapi zikir, suara Al-Quran, musik gamelan untuk membantu mengatasi depresi, insomnia dan sejenisnya. Ini yang kita menamakan pengobatan Timur untuk CAM dan obat dari dokter dikenal dengan pengobatan cara barat

    Siapa pengguna & apa alasan memakai CAM?
    Kebanyakan pengguna pendekatan CAM ini adalah perempuan atau mereka yang memiliki pendidikan, pendapatan dan status kesehatan tinggi. Selain itu juga pasien yang memiliki problem spesifik terkait kesehatan dan gaya hidup. Lansia di Jepang lebih sering menggunakan pendekatan CAM dibandingkan di Amerika. Jenis CAM yang paling diminati adalah kulit putih suplemen makanan (17-56%), obat tradisional (25%) dan penyembuh tradisional (8%), chiropractic (42%), pijat (20%), vitamin (20%). Lansia berpenyakit kronis lebih sering menggunakan pendekatan ini terutama jika mengalami artritis (radang sendi) parah atau kesehatan yang buruk atau para penyandang diabetes mellitus. Bahkan penyandang diabetes yang menggunakan pendekatan ini 1,6 kali lebih banyak.

    Pasien kanker yang menggunakan pendekatan CAM lebih dari 80%. Pada umumnya alasan menggunakan pendekatan CAM adalah kecewa dengan obat konvensional (resep doker). Banyak penyebab kenapa pasien kecewa, diantaranya adalah karena komunikasi yang buruk, kurangnya empati dan karena dokter waktunya terbatas. Para pasien itu ingin lebih simpel dan menganggap CAM merupakan pendekatan pengobatan yang lebih sederhana tanpa peringatan dan label. Obat alami lebih dirasa kompatibel dengan kesehatan dan mampu meningkatkan kesehatan optimal. Ditambah semakin mudah untuk diakses melalui internet, tokotoko makanan kesehatan, free call line dan dapat dipesan melalui surel, pengiriman bebas biaya, multi-level marketing dan iklan yang menarik, mendorong banyak masyarakat mencoba menggunakan pendekatan CAM.

    Bagaimana Fakta CAM herbal? Sebagian besar konsumen percaya bahwa CAM aman dan tingkat kepuasannya lebih tinggi dibanding pengobatan konvensional dan 5583% tidak mengungkapkan ke dokter. Mereka memiliki persepsi bahwa dokter memiliki pengetahuan CAM yang kurang dan akan berusaha untuk mencegah mereka serta merasa bahwa ‘itu bukan urusan dokter. Hanya 2% pasien yang bertanya kepada dokter tentang CAM, dan hanya 3.4% dokter yang menanyakan penggunaan CAM. Apoteker, dokter dan perawat tidak terbiasa dengan CAM (Moses, G. 2005). Australia memiliki kebijakan nasional terkait penggunaan kualitas obat (quality use of medicines/Qum), dengan prinsip prinsip sebagai berikut: (a) Bijaksana (judicious), maksudnya sesuai indikasi saja yang direkomendasikan (b) Tepat (appropriate), (c) Aman (safe), (d) berkhasiat (efficacious).

    Adapun bukti Efikasi (keampuhan) pendekatan CAM misalnya; saw palmetto dapat digunakan pengobatan BPH (benign prostatic hypertrophy), mengatasi kecemasan (dengan kata-kata), chronic venous insufficiency dengan horse chestnut, reumatoid arthritis dan osteoartritis dengan herbal remedies, depresi, migraine. Ginkgo biloba telah dikaitkan dengan berbagai bentuk perdarahan, menghambat faktor aktifasi trombosit, sehingga bekerja bersama obat antitrombosis. Akar likorice dapat menaikkan tekanan darah dan tidak boleh dipakai pada pasien hipertensi. Ekinasea digunakan untuk menaikkan sistem imun, dikontraindikasikan untuk orang dengan penyakit autoimun. Ginko biloba minyak esensial yang dipakai dalam aromaterapi, meskipun didapatkan dari tumbuhan dan bagian dari fitomedisin, akan tetapi tetap menguap karena berwujud minyak terkonsentrasi (ekstrak dari tumbuhan).

    Contoh pendekatan sederhana
    Jika seseorang sakit kepala, ada yang separuh kepala atau seluruhnya, ada yang menyebar ke wajah, mata, penyebabnya sangat banyak. Bisa karena infeksi/radang mata, telinga, tenggorokan, gigi berlobang, memikir utang atau memikirkan keluarganya yang keadaannya kurang menyenangkan, sakit DHF, hepatitis, tifoid, tekanan darah tinggi atau rendah, anemia yang bagi wanita sering karena menstruasi yang banyak dan lama baru berhenti, kelelahan, kurang tidur, sehabis dimarahi atasan atau usai berkelahi, dll. Penyebabnya kebanyakan karena hal yang tidak berbahaya. Tindakan komprehensif seperti minum parasetamol, relaksasi, zikir, doa, membaca kitab suci, sholat malam, sedekah, curhat, dipijit, tiduran, mendengarkan atau main musik, atau minum ramuan jahe dengan komposisi; jahe 1 ibu jari, gula merah 1 sendok makan, air 1 gelas. Cara membuatnya; jahe dibakar sebentar kemudian dikupas dan dimemarkan dengan cara digepuk, lalu masukkan dalam air mendidih 1 gelas dan diberi gula merah lalu diaduk. Sebelum diminum bisa dimulai dengan berdoa (sebagai contoh yang muslim) bisa dengan doa Nabi Muhammad SAW dalam kitab Hadits R. Thabarani:

    Alloh-humma inni- as aluka minal khoiri kullihi maalimtu minHu wa ma- lam a’lam, Wa a’u-dzubika minasy syarri kulliHi maalimtu minHu wa ma- lam a’lam. — Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu semua kebaikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari semua keburukan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui —

    — dr. Probosuseno, Sp.PD., K.Ger, FINASIM | LPPCom Vol. 18 – No.2 • 06-16 —

Leave a reply

Cancel reply