• Penanganan Kesehatan Komprehensif

    Setiap manusia normal pasti menginginkan dirinya dan keluarganya bahagia dan terbebas dari ketidaknyamanan yang berupa kesehatan. Oleh kerenanya manusia melakukan berbagai upaya agar ketidaknyamanan tersebut bisa diatasi. Tetapi seringkali mereka menghadapi ketergantungan terhadap obat medis dan kendala konsultansi dengan dokter ahli.

    Beberapa hal penyebabnya bisa dikelompokkan, berdasar identifikasi berikut:

    • Bawaan lahir (kongenital) seperti bibir sumbing, mata juling.
    • Defisiensi (kekurangan nutrisi tertentu), misalnya kekurangan iodium menimbulkan benjolan di leher; mata menjadi buta akibat kekurangan vitamin A.
    • Degeneratif, (akibat proses penuaan), misalnya stroke, jantung koroner, mudah lupa hingga pikun (demensia), osteoarthritis, rambut beruban, pendengaran kurang tajam dan kulit berkeriput.
    • Beban Pikiran, terutama disebakan oleh rasa cemas berlebihan atau depresi. Gejala yang terlihat adalah insomnia, sakit maag, nyeri kepala, impotensi, kulit eksim atau gatal tanpa wujud.
    • Autoimun dan alergi, yaitu sakit yang diakibatkan daya tahan tubuh yang terganggu, bahkan pada kondisi ekstrim menganggap bagian tubuhnya sendiri dianggap lawan oleh sistim kekebalan tubuh, sehingga munculah penyakit lupus, reumatik, vitiligo, anemia autoimun yaitu hemoglobin rendah akibat sel darah merah pecah karena udara dingin atau terlalu panas padahal dahulunya sehat saat terkena paparan udara tersebut.
    • Metabolik, misalnya sakit diabetes mellitus (kencing manis), hiperkholesterol, asam urat yang terlalu tinggi.
    • Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, dan lain-lain, misalnya sakit tifus, desentri, hepatitis virus A, B, C, HIV, cacing tambang, toxoplasma, rabies, influenza, pneumonia, tetanus.
    • Trauma seperti luka robek, iris, lecet, bakar, tusuk, patah tulang, gegar otak, tenggelam, terminum racun.
    • Tumor jinak atau tumor ganas yang terkenal dengan kanker, baik yang padat seperti kanker payudara, kanker tulang, kanker otak, kanker usus, kanker paru, kanker leher rahim dan lain-lain, juga yang tidak nampak dari luar seperti leukemia, kanker sumsum tulang.
    • Tdk digunakan sebagaimana seharusnya, misalnya kelemahan otot, tulang mudah keropos, pikun, kemampuan sex yang menurun.

    Bagi yang mengalami salah satu kondisi tersebut pastilah merasa risau, sedih, bahkan bisa stres. Berbagai upaya bisa dilakukan baik secara mandiri, mulai dari mencari informasi dari buku, radio, TV dan internet. Meski demikian seringkali belum juga mendapat hasil yang memuaskan kemudian minta bantuan orang lain yang dianggap mampu mengatasi masalah tersebut seperti pergi ke toko obat, dokter, terapis pijat-herbal atau yang lainnya.
    Upaya Mengatasi Ketidaknyamanan Kesehata.

    Upaya secara biologis adalah terapi medis menggunakan ilmu biologis kedokteran, sedangkan yang non biologis dalah dengan dengan pendekatan psikologis dan sosial spiritual, kedua hal tersebut dapat saling berpengaruh saling meringankan. Misalnya masalah masalah psikologis dan spiritual bisa diringankan dengan pendekatan kedokteran.
    Pada penderita jantung koroner atau stroke, umumnya akan mengalami perasaan cemas, sedih dan jika tidak kuat menahan akan muncul perilaku marah marah, menarik diri, tidak bergaul dengan orang lain. Sementara itu orang lain juga akan merasa kasihan jika memberi tugas berat, bahkan yang bersangkutan akan dinilai tidak mampu sehingga dia tidak dipakai lagi oleh masyarakat. Penderita akan merasakan penderitaan yang berlipat karena fisiknya sudah sakit, dan perasaannya sakit karena merasa dibuang dan disisihkan. Bahkan beberapa kasus terjadi penyelewengan hubungan antara suami atau istri karena pasanganya sudah tidak mampu lagi.

    Idealnya para “juru penyembuh” berusaha mengobati ketidaknyamanan tersebut secara komprehensif yaitu tidak hanya aspek fisiknya , namun juga memperhatikan aspek psiko-sosial spiritual. Bisa dengan mengarahkan atau bekerjasama dengan ahli lain yang kompeten supaya pasien mendapat pemulihan yang terbaik.
    Terapi CAM (Complementray and Alternative Medicine)

    Kenyataan di lapangan jika seseorang yang sakit, misalnya terkena hipertensi maka dia akan berobat ke dokter. Oleh dokter biasanya diberikan obat penurun tensi , jika dokternya sempat, maka akan disarankan agar mengkonsumsi cukup sayur dan buah karena mengandung cukup kalium sehingga membantu menurunkan tensi. Selain itu dokter juga mengharap pasien agar olah raga, banyak berdoa, sabar, mengisi luang waktu dengan melakukan hobi yang dia senangi.

    Banyak pasien hipertensi yang kurang puas dengan pengobatan medis lalu menggunakan pengobatan pelengkap dan atau alternatif seperti pijat, herbal, yoga. Cara alternatif tersebut ternyata banyak yang merasa cocok karena berhasil menormalkan tensinya, bahkan kemudian ada yang melepaskan obat dari dokter dan cukup diri dengan pengobatan alternatif, atau melengkapi terapi obat dari dokter dengan terapi non obat (yoga, tata nafas, dll). Dengan cara ini dosis obat lebih rendah atau minimal bisa mengurangi jumlah konsumsi obat. Inilah yang disebut pendekatan CAM (Complementary and Alternative Medicine). Contoh dari pendekatan CAM ini adalah akupunktur, pengobatan tradisional China, aromaterapi, ayurveda, terapi chiropractic, penggunaan diet suplemen, terapi elektromagnetik, massage, homeopathy, osteopathy, chi gong dan reiki. Pendekatan tersebut akhir-akhir ini terus tumbuh dan semakin popular.

    Olahraga terbukti sebagai terapi alternatif untuk depresi pada orang tua. Tai Chi terbutki mengurangi kelemahan dan jatuh pada orang tua. Penulis beserta kolega di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan mahasiswa S1, S2 Spesialis telah meneliti manfaat terapi zikir, suara Al-Quran, musik gamelan untuk membantu mengatasi depresi, insomnia dan sejenisnya. Ini yang kita menamakan pengobatan Timur untuk CAM dan obat dari dokter dikenal dengan pengobatan cara barat.

    Siapa pengguna CAM ?
    Kebanyakan pengguna pendekatan CAM ini adalah perempuan, memiliki pendidikan, pendapatan dan status kesehatan tinggi. Selain itu juga pasien yang memiliki problem spesifik terkait kesehatan dan gaya hidup. Lansia di Jepang lebih sering menggunakan pendekatan CAM dibandingkan di Amerika. Jenis CAM yang paling diminati adalah suplemen makanan (17-56%), obat tradisional (25%) dan penyembuh tradisional (8%), chiropractic (42%), pijat (20%), vitamin (20%). Lansia berpenyakit kronis lebih sering menggunakan pendekatan ini terutama jika mengalami artritis (radang sendi) parah atau kesehatan yang buruk atau para penyandang diabetes mellitus. Bahkan penyandang diabetes yang menggunakan pendekatan ini 1,6 kali lebih banyak.
    Pasien kanker yang menggunakan pendekatan CAM lebih dari 80%. Pada umumnya alasan menggunakan pendekatan CAM adalah kecewa dengan obat dari resep doker. Banyak penyebab kenapa pasien kecewa, diantaranya adalah karena komunikasi yang buruk, kurangnya empati dan karena dokter waktunya terbatas. Para pasien itu ingin lebih simpel dan menganggap CAM merupakan pendekatan pengobatan yang lebih sederhana . Obat alami lebih dirasa kompatibel dengan kesehatan dan mampu meningkatkan kesehatan optimal. Ditambah semakin mudah aksesnya internet, sosial media dan multi-level marketing . sehingga makin banyakmasyarakat yang terdorong menggunakan CAM.

    Fakta CAM herbal?
    Sebagian besar konsumen percaya bahwa CAM aman dan tingkat kepuasannya lebih tinggi dibanding pengobatan medis konvensional dan 55,83% tidak mengungkapkan ke dokter. Mereka memiliki persepsi bahwa dokter memiliki pengetahuan CAM yang kurang dan akan berusaha untuk mencegah mereka serta merasa bahwa itu bukan urusan dokter. Hanya 2% pasien yang bertanya kepada dokter tentang CAM, dan hanya 3.4% dokter yang menanyakan penggunaan CAM. Apoteker, dokter dan perawat tidak terbiasa dengan CAM (Moses, G. 2005). Australia memiliki kebijakan nasional terkait penggunaan kualitas obat (quality use of medicines), dengan prinsip prinsip sebagai berikut:

    • Bijaksana sesuai rekomendasi (judicious)
    • Tepat (appropriate)
    • Aman (safe)
    • Berkhasiat (efficacious).

    Adapun bukti Efikasi (keampuhan) pendekatan CAM misalnya;

    • Saw palmetto dapat digunakan pengobatan BPH (benign prostatic hypertrophy), mengatasi kecemasan (dengan kata-kata), chronic venous insufficiency dengan horse chestnut, reumatoid arthritis dan osteoartritis dengan herbal remedies, depresi, migraine.
    • Ginkgo biloba telah dikaitkan dengan berbagai bentuk perdarahan, menghambat faktor aktifasi trombosit, sehingga bekerja bersama obat antitrombosis.
    • Akar likorice dapat menaikkan tekanan darah dan tidak boleh dipakai pada pasien hipertensi.
      Ekinasea digunakan untuk menaikkan sistem imun, dikontraindikasikan untuk orang dengan penyakit autoimun.
    • Ginko biloba minyak esensial dipakai dalam aromaterapi, berwujud minyak terkonsentrasi (ekstrak dari tumbuhan).

    Contoh pendekatan sederhana
    Jika seseorang sakit kepala, ada yang separuh kepala atau seluruhnya, ada yang menyebar ke wajah, mata, penyebabnya sangat banyak. Bisa karena infeksi/radang mata, telinga, tenggorokan, gigi berlobang, memikir utang atau memikirkan keluarganya yang keadaannya kurang menyenangkan, sakit DHF, hepatitis, tifoid, tekanan darah tinggi atau rendah, anemia yang bagi wanita sering karena menstruasi yang banyak dan lama baru berhenti, kelelahan, kurang tidur, sehabis dimarahi atasan atau usai berkelahi, dll. Penyebabnya kebanyakan karena hal yang tidak berbahaya.

    Tindakan komprehensif seperti minum parasetamol, relaksasi, zikir, doa, membaca kitab suci, sholat malam, sedekah, curhat, dipijit, tiduran, mendengarkan atau main musik, atau minum ramuan jahe dengan komposisi; jahe 1 ibu jari, gula merah 1 sendok makan, air 1 gelas. Cara membuatnya; jahe dibakar sebentar kemudian dikupas dan dimemarkan dengan cara digepuk, lalu masukkan dalam air mendidih 1 gelas dan diberi gula merah lalu diaduk. Sebelum diminum bisa dimulai dengan berdoa (sebagai contoh yang muslim) bisa dengan doa Nabi Muhammad SAW dalam kitab

    Alloh-humma inni- as aluka minal khoiri kullihi maalimtu minHu wa ma- lam a’lam, Wa a’u-dzubika minasy syarri kulliHi maalimtu minHu wa ma- lam a’lam

    (Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu semua kebaikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari semua keburukan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui)

    — dr. Probosuseno, Sp.PD., K.Ger, FINASIM | LPPCom Vol. 18 – No.2 • 06-16 —

Leave a reply

Cancel reply