• Menyelesaikan Masalah di BUMN Perkebunan

    Menyelesaikan Masalah di BUMN Perkebunan

    by Aulia Dhetira – December 23, 2016

    Di mata Elia Massa Manik, CEO PTPN Holding, intervensi terhadap BUMN dapat menyebabkan berbagai permasalahan yang tak kunjung selesai. Akibatnya, pengambilan keputusan yang tidak fleksibel dan lincah. “BUMN di Indonesia masih bersifat sentralistik dan birokratis. Selain itu. masih banyak regulasi dan stakeholder yang harus diperhatikan direksi sehingga memperlambat pengambilan keputusan,” jelas Elia. Menurutnya, arah kebijakan politik pemerintah terhadap BUMN juga sangat berpengaruh terhadap rencana jangka panjang BUMN. Tak heran bila banyak perencanaan jangka panjang BUMN yang tak konsisten.

    Di Indonesia, kebijakan pemerintah seringkali memengaruhi pengambilan keputusan di bidang bisnis, misalnya harga gula dan bahan bakar premium. Hal ini tentunya berdampak pada tingkat kepercayaan investor kepada BUMN. Fungsi organ perseroan khususnya direksi yang tidak independen menimbulkan keraguan pada banyak investor.

    Hal ini diperparah dengan tidak adanya budaya perusahaan untuk membangun daya saing. Pengaruh sistem birokrasi juga menyebabkan rendahnya profesionalitas dalam kualitas SDM. Elia melihat bahwa faktor-faktor tersebut menyebabkan rendahnya kepercayaan investor dan daya saing perusahaan.

    Rendahnya kualitas SDM berdampak pada lahirnya biaya-biaya yang tidak releven, terjebaknya BUMN dalam over investment dan SDM dengan produktivitas yang rendah. Dengan keempat permasalahan tersebut, ia membandingkan bagaimana BUMN Indonesia dengan pengelolaan BUMN di luar negeri, salah satunya adalah Singapura.

    Pemerintah Singapura membangun Temasek pada 25 Juni 1974. Temasek merupakan investment company yang mengelola aset-aset berdasarkan commercial basics yang sebelumnya dikelola oleh pemegang saham sebelumnya yaitu, Menteri Keuangan Singapura.

    Modal saham Temasek dimiliki oleh Pemerintah Singapura dan dikuasakan ke Menteri Keuangan Singapura. Menurut mantan Direktur Utama PT Elnusa Tbk ini, pembentukan Temasek merupakan suatu komitmen pemegang saham atas investasi-nvestasi yang ditanamkan dan dikelola secara komersial. Tujuannya, untuk memudahkan peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan regulasi-regulasi pasar. Sehingga dalam hukum Singapura pemerintah, kementrian, lembaga, instansi, dan pemegang saham dilarang untuk terlibat atau memengaruhi pengambilan keputusan dalam bisnis.

    Keputusan yang terkait dengan investasi, divestasi, dan keputusan lainnya yang dilakukan oleh direksi kecuali dalam rangka perlindungan aset Temasek yang diperoleh pada awal penyertaan. Dasar ini menguatkan posisi BUMN Singapura dalam dunia bisnis.

    Meskipun belum bisa menyamai Singapura, Elia berharap suatu saat Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan intervensi tersebut dengan holding BUMN. “Dengan adanya holding, diharapkan semua permasalahan ini bisa diselesaikan, asalkan pemerintah memberikan keleluasaan kepada BUMN agar bisa mandiri, jelas Elia.

    Editor: Eva Martha Rahayu
    Sumber: Majalah SWA
    (http://swa.co.id/swa/trends/management/gaya-massa-manik-menyelesaikan-masalah-di-bumn-perkebunan)

Leave a reply

Cancel reply