• Pentingnya Keyakinan untuk Sukses

    ANEKDOT oleh Esmet Untung M. LPP Kampus Yogyakarta

    Salah satu syarat yang penting bagi seorang untuk sukses adanya keyakinan yang mendalam akan diri sendiri serta keyakinan terhadap sukses itu sendiri. Pencapaian hebat di dunia ini sering kali memang diawali dengan keyakinan diri seorang manusia biasa. Contohnya cukup banyak; ketika Wright bersaudara mencoba merencanakan pesawat terbang, banyak orang mencibirnya, mentertawainya dan mencemoohnya. Bahkan seorang ilmuwan yang terpandang membuat statement yang menihilkan kemungkinan membuat pesawat. Ilmuwan itu berkata, “ Selama berat jenis benda yang kalau diterbangkan itu lebih berat dibanding udara, maka Wright tak mungkin bisa menciptakan pesawat.” Tapi sejarah akhirnya mencatat, dengan keyakinannya yang waktu itu dianggap gila oleh banyak orang, toh akhirnya Wright tercatat dalam sejarah sebagai orang yang menemukan pesawat terbang.

    Keyakinan memang mudah diucapkan tetapi sulit dalam implementasinya. Kita sering melihat dan menemukan orang yang kurang yakin terhadap apa yang dia lakukan. Inginnya sembuh dari penyakit, tetapi ketika berobat ke dokter, ia sendiri tidak yakin bahwa penyakitnya akan sembuh. Maunya jadi orang kaya, tetapi kurang meyakini bahwa kekayaan itu bisa dicapainya. Sebab ketidakyakinan ini bermacam-macam. Bisa disebabkan karena kekurangan dalam dirinya, ramainya persaingan, tidak ada bantuan orang lain, absennya modal dan sebagainya.

    Anthony Robbins, motivator nomor satu dunia pernah melakukan penelitian faktor pengaruh keyakinan pada kesembuhan. Dalam penelitian itu Anthony Robbins menemui kelompok orang yang sakit yang sama dan kemudian membaginya menjadi dua kelompok. Robbins memberikan obat placebo (yang tidak ada kandungan obat) kepada dua kelompok tersebut. Meskipun perlakuannya kepada dua kelompok sama, cara meyakinkan kepada masing masing kelompok berbeda. Pada kelompok pertama ia mengatakan, “Silakan konsumsi obat ini untuk menyembuhkan penyakitmu. Obat ini adalah obat yang sudah mendapat paten dan sudah diujicobakan dan berhasil di mana-mana.” Pada kelompok yang ke-dua dengan memberikan placebo yang sama ia berkata,” Silakan konsumsi obat ini. Hanya saja obat ini masih pada tahap uji coba pada tikus putih.” Hasilnya cukup mencengangkan. Pada kelompok pertama yang diyakinkan bahwa obat itu sudah merupakan obat paten, ada 70% yang sembuh. Pada kelompok ke-dua hanya 25% yang sembuh. Artinya faktor keyakinan mencapai 45%. Angka yang tentu saja tidak boleh diabaikan begitu saja. Makanya praktek-praktek penyembuhan dengan doa atau laku spiritual lainnya sampai sekarang masih laris manis dan banyak dikunjungi orang. Faktor keyakinanlah yang mendorong kesembuhannya.

    Kita juga sering melihat fenomena, seorang pasien yang semula suhu badannya tinggi, mendadak menjadi normal setelah seorang penyembuh tradisional membacakan doa atau setelah melewati ritual tertentu. Keyakinanlah yang menyembuhkannya. Dalam bahasa yang lebih keren namanya: Believing is seeing. Kita yakin, maka keyakinan itu yang menjadi keyakinan. Bos Edi, Ketua Paranormal Indonesia beberapa tahun lalu pernah menyatakan di media, bahwa yang dia jual adalah keyakinan. Dengan membuat kliennya yakin, maka keyakinan itu sering menjadi kenyataan.

    Anthony Robbins bahkan juga pernah menyatakan faktor keyakinan ini bisa menjadi siklus yang terus berputar. Orang yang sukses semakin sukses, orang yang tidak sukses semakin tidak sukses. Menurut Robbins, keyakinan akan menarik potensi untuk mencapai angka mendekati seratus persen serta membuat orang melakukan tindakan yang maksimal, mantab, tanpa keraguan. Hasilnya adalah kesuksesan. Kesuksesan yang pertama akan membuat orang tersebut semakin yakin akan kemampuannya. Berbekal akan potensi dan usaha yang tidak ragu, ia akan memperoleh sukses yang berikutnya. Maka banyak fenomena, pengusaha yang sukses buka satu usaha akan terus membuka usaha- usaha lain.

    Chairul Tanjung (CT) tidak puas dengan satu usaha yang digelutinya. Bisnis CT Mulai dari Es Krim Baskin Robbins dan terus berkembang sehingga CT Corp yang dimilikinya menjadi penyedia produk dan layanan konsumen terintegrasi terkemuka di Indonesia. CT menjalankan beberapa usaha dibidang: jasa keuangan; media, ritel, gaya hidup, penerbangan dan hiburan; dan sumber daya alam. Adapun bisnis yang berhasil CT Jalankan sampai saat ini yaitu: Baskin Robbins, Coffee Bean & Tea Leaf, Wendy’s, Trans TV, Trans 7, Detik, Carrefour Indonesia, Metro, Trans Fashion, Antatour, Vayatour, Trans Studio Bandung & Makassar, The Trans Luxury Hotel, Ibis Hotel. Trans Corp mengoperasikan sekitar 700 gerai di seluruh Indonesia. CT juga memiliki 1.000 Jaringan keuangan di seluruh Indonesia yaitu: Bank Mega, Bank Mega Syariah, Mega Life, Mega Finance, dan Mega Capital Indonesia.

    Sebaliknya orang yang tidak punya keyakinan, potensi diri yang digunakan tentu tidak maksimal, usahanya juga dilakukan dengan keragu-raguan dan hasil akhirnya adalah kegagalan atau ketidaksuksesan. Bila ini berlanjut ketidakyakinan ini akan berputar lagi. Ketika akan mencoba peruntungan yang lain, diam-diam ia sudah meyakini bahwa usahanya tidak akan sukses. Ketidakadanya keyakinan menyebabkan potensi yang digunakan tidak maksimal dan usahanyapun juga tidak maksimal. Hasilnya tidak maksimal dan mengalami kegagalan. Inilah yang bisa menjelaskan kenapa orang miskin malah menjadi semakin miskin.

    Anekdot di atas secara implisit juga menyarankan agar kita memulai dengan keyakinan. Kembali pada awal cerita penemuan Pesawat Terbang oleh Wright, maka penemuan besar dalam sejarah selalu diawali dengan keyakinan oleh pelaku sejarah tersebut. Thomas Alfa Edison sejak awal punya keyakinan untuk menemukan lampu pijar yang akhirnya menjadi lampu listrik sekarang ini. Keyakinan itu pulalah yang membuat Edison tak pernah lelah melakukan percobaan untuk membuktikan keyakinan-nya. Dicibir orang lain sudah menjadi menu kesehariannya. Tetapi kemudian sejarah mencatat kesuksesan Edison setelah gagal lebih dari 10.000 kali. Selain keyakinan, tentu persistensi Edison juga sangat berperan mendukung keyakinannya yang membaja.

    Kolonel Sanders di awal usahanya juga dicemooh banyak orang. Keyakinan bahwa resep ayam goreng bikinannya akan disukai banyak orang membuatnya tetap bersemangat menjual resepnya ke mana-mana. Kolonel Sander membukukan sukses ketika ia sudah mencoba 1009 kali.

    Lalu bagaimana caranya supaya kita juga mempunyai keyakinan keberhasilan seperti tokoh-tokoh yang disebutkan di atas? Pertama, keyakinan harus dilandasi bahwa yang kita yakini adalah baik dan benar. Yakin bahwa yang kita yakini akan memberikan kontribusi kepada peradaban dan memberi manfaat bagi manusia dan alam sekitarnya. Kedua, jangan dengarkan apa kata orang. Banyak orang yang memberikan pendapat negatif ketika kita mencoba melakukan sesuatu. “Hal seperti itu tak akan berhasil.

    Saya dulu pernah mencobanya dan gagal. Itu terlalu berisiko. Hanya membuang-buang energi yang percuma. Orang lain juga gagal. “Dan sebagainya. Orang lain juga sering melihat apa yang kita lakukan salah. Ingat cerita sepasang suami isteri yang menaiki keledainya ke pasar? Orang pada berkomentar,” Wong keledai segitu kecil kok dianaiki dua orang. Dasar tak punya perihewanan. ”Lalu sang suami menyuruh isterinya yang naik ke atas punggung keledai. Orang lain langsung berkomentar, ”Woo dasar suami takut isteri.” Suami itu tak tahan hatinya mendengar ocehan orang lain mencoba ia yang naik punggung keledai, sementara isterinya berjalan. Lagi-lagi ada orang berkomentar, ”Dasar suami yang hanya mencari enaknya sendiri dan tidak punya rasa belas kasihan.” Karena jengkel lalu suami isteri itu berjalan menuntun keledainya ke pasar. Ia juga masih mendengar orang berceloteh, ”Dasar goblog, punya keledai malah tidak dinaiki.” Ketiga, berpikirlah positif akan segala hal.

    Shanti Gawain dalam bukunya Creative Visualization mendorong kita semua untuk berpikir positif tentang kehidupan, orang serta kenyataan yang kita hadapi. Dengan berpikir positif maka energy level yang akan ada diri kita akan menguat. Sehingga kita menjalani kehidupan dengan semangat dan tak pernah merasa capai dan lelah. Keempat dan sangat penting, teruslah melakukan apa yang sudah anda yakini benar tadi.

    Karya agung dunia bukan pada keyakinan, atau perkataan, tetapi pada tindakan. Mari kita singsingkan lengan untuk bekerja… bekerja…. dan bekerja. Bertindak…. bertindak….. bertindak. Bukankah perbuatan yang kita lakukan sekarang ini menentukan masa depan kita?

    Tentu saja kita juga terus berdoa semoga bad day segera berlalu. Bukankah ada peribahasa bahasa Belanda yang menyatakan: Na elke donkere nacht, volvere een lichte morgen (Malam yang gelap selalu diikuti dengan pagi yang terang benderang ). Nah, kita tidak perlu bersedih dengan kondisi makro yang kurang menggembirakan perkebunan kita. Percayalah Tuhan telah dan akan memberikan yang terbaik untuk kita semua.

    — Majalan LPPCom Vol.17 /No. 2/Nov./15 —

Leave a reply

Cancel reply