• Tentang CSR

    Oleh: Muhammad Hamdi

    Sebelum berbicara lebih dalam masuk lebih dalam mengenai CSR ada baiknya kita memahami definis CSR. Ada banyak definisi mengenai CSR, salah satunya adalah yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization yang lebih dikenal dengan ISO. Definisinya adalah:

    “a balanced approach for organizations to address economic, social and environmental issues in a way that aims to benefit people, communities and society.”

    Cakupan kegiatan CSR ini meliputi; pembangunan sosial, keterlibatan komunitas masyarakat, isu yang sedang terjadi di pasar dan dialami oleh konsumen, kelestarian lingkungan, tata kelola organisasi yang baik, praktik bisnis yang baik, keamanan dan kesehatan tempat kerja, HAM (Leonard & Mc Adam, 2003).

    Pembangunan sosial bisa dimaknai sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas hidup dan manusia yang hidup di sekitar tempat usaha perusahaan.

    Keterlibatan komunitas adalah perhatian perusahaan untuk melibatkan masyarakat sekitar menikmati kemanfaatan dengan adanya perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka. CSR juga memberikan perhatian yang besar terhadap isu yang berkaitan dengan produk dan dialami oleh konsumen dengan memberikan jaminan bahwa barang tersebut ramah lingkungan dan diolah dengan standard an ketentuan yang berlaku. CSR juga terkait dengan pelaksanaan Quality Work Life (QWL) dan penegakan HAM dalam menjalankan praktik bisnis perusahaan.

    Begitu luas cakupan kegiatan CSR, yang meliputi aspek internal perusahaan dan lingkungan usaha, maka membutuhkan kunci-kunci pengungkit kesuksesan. Menurut Leonard & Mc Adam, 2003., ada empat elemen kunci yang bisa kita gunakan untuk mendorong kesuksesan program CSR:

    1. Tools and technique, termasuk didalamnya teknik pemecahan masalah dan system manajemen, seperti ISO 9000 dan ISO 14000.
    2. Quality models, seperti Malcom Baldrige Criteria yang digunakan untuk performa prima, yang bertumpu dan didorong oleh quality tool.
    3. Strategi perusahaan, panduan untuk mencapai yang telah dicita-citakan dan untuk menentukan metode dan alat yang akan digunakan.
    4. Filosofi perusahaan, faktor ini adalah yang paling penting dan merupakan jantung dari kualitas pelaksanaan manajemen perusahaan.

    Melalui keempat aspek itulah implementasi CSR dilakukan. Setiap aktivitas CSR akan senantiasa bersumber dari filosofi perusahaan. Filosofi perusahaan tersebut melandasi perumusan strategi pelaksanan program CSR. Pada pelaksanaan strategi dibutuhkan quality model yang bisa menjadi acuan pencapaian kualitas setiap program CSR yang dilaksanakan. Untuk mencapai kualitas pelaksanaan program seperti yang diinginkan dibutuhkan quality tools yang akan memandu kita melaksanakan program dan terjamin kualitasnya.

    Panduan dalam melaksanakan CSR adalah strategi yang dipilih perusahaan kaitannya dengan hubungan perusahaan dengan lingkungan. Strategi perusahaan merupakan hasil dari pembacaan terhadap kondisi lingkungan dan mewujud menjadi visi yang akan diraih oleh perusahaan. Dari visi tersebut kemudian diturunkan menjadi misi-misi yang akan dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan visi. Kemudian dari misi itulah diturunkan strategi implementasi dan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan CSR.

    Sumber: Human Capital Management for Plantation

Leave a reply

Cancel reply