• 182 Tahun Perkebunan Indonesia

    RESENSI BUKU

    Buku ini menguraikan perjalanan panjang perkebunan Indonesia sebagai pilar pembangunan Ekonomi Nasional. Pada hakekatnya perkebunan Indonesia telah tumbuh dan berkembang dari zaman kolonialisme. Dalam buku ini penulis berupaya untuk menyampaikan sejarah dan dinamika perkembangan perkebunan Indonesia. Meski demikian pembangunan perkebunan telah diawali oleh seluruh rakyat yang mengalami kepedihan dan keputusasaan ketika bangsa asing menginjakkan kaki di bumi nusantara melakukan tanam paksa (culturstelsel). Namun tak sekedar kepedihan yang dirasakan dengan terjadinya peristiwa itu maka saat ini Indonesia bisa mengenal dan memahami cara berbudidaya berbagai tanaman perkebunan hingga akhirnya Indonesia menjadi negara penghasil perkebunan terbesar di dunia khususnya pada komoditas kelapa sawit. Walaupun negara kita saat ini telah mencatat prestasi sebagai penghasil kelapa sawit nomor satu dunia, lantas kapan buruh perkebunan kelapa sawit kita dapat menikmati sebagai buruh berpenghasilan nomor satu dunia?

    Buku 182 Tahun Perkebunan di Indonesia karangan Renville Siagian,  menarik dibaca dan disimak bagi para skaheholder perkebunan untuk menambah wawasan tentang perjalanan panjang dan dinamika perkembangan perkebunan di Indonesia. Para pembaca dapat  memahami aspek-aspek perkembangan perkebunan mulai dari apek sejarah ekonomi perkebunan, aspek budidaya tanaman, aspek kapitalisme dan kolonialisme, aspek ketenagakerjaan dan aspek perkembangan manajemen perkebunan.

    Pengetahuan dan pemahaman sejarah perkebunan akan mengispirasi para pelaku perkebunan untuk melaksanakan praktek-praktek pengusahaan perkebunan yang terbaik sehingga pembangunan perkebunan dapat berkelanjutan dan menjadi sumber kemakmuran dan keadilan bagi masyarakat yang tergantung dalam perkebunan.

    Perkembangan perkebunan diawali oleh berkembangnya barter dalam perdagangan antara petani dan pedangang, pengumpul hingga perdagangan. Perkembnagan budaya bercocok tanam (memelihara) menuju membudidayakan dengan measukkan input dan menghasilkan ouput yang maksimal hingga peningkatan daya saing komoditas perkebunan untuk ekspor.

    Isi dalam buku ini diawali dengan kekayaan Indonesia sebagai negeri impian dengan melimpah ruanya dan berbagai jenis flora fauna yang terhampar di berbagai pulau di Indonesia dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Dalam buku ini juga menguraikan perkembangan perkebunan di Indonesia pada masa pra-cultuurstelsel (1800-1830), masa cultuurstelsel (1830-1870), masa kolonial (1870-1942), masa pendudukan Jepang (1942-1945), masa orde lama (1945-1965), masa orde baru (1965-1998) dan perkembangan perkebunan pada masa reformasi (1998-sekarang).

    Pengembangan perkebunan pada masa pra-culturstelsel dengan menggambarkan situasi perkembangan perkebunan di Indonesia pada masa paham liberal (1800-1830) yang menguraikan tentang sistem perkebunan dan pemanfaatan lingkungan, perdagangan hasil perkebunan sampai masuknya bangsa asing dalam pengembangan komoditas perkebunan seperti kakao, cengkeh, jambu mete, kopi, karet, kelapa sawit, kelapa, lada, teh, tebu, tembakau dan vanili. Perkebunan di Indonesia pada masa cultuurstelsel (1830-1870) diawali dengan penderitaan tanam paksa dari hindia Belanda. Hal ini digambarkan pada kondisi perekonomian nasional pada masa kultuurstelsel pada komoditas cengkeh, kopi, tebu, karet dan teh. Perkembangan perkebunan sampai saai ini, posisi perkebunan kelapa merupakan yang terluas, begitu juga komoditas lainnya mengalami dinamika dan tantangan tersendiri baik dinamika naik turunnya harga komoditas, maupun dinamika permasalahan sosial ekonomi dan lingkungan yang berpengaruh pada keberlanjutan usaha perkebunan.

    • Judul Buku: 182 TAHUN PERKEBUNAN INDONESIA (1830-2012)
    • Penulis: Renville Siagian
    • Penerbit: Yayasan Cempaka Kencana Yogyakarta
    • Tahun Terbit: 2014

    — Sumber: Majalah LPPCom Edisi Khusus Vol 17 No. 1 Februari 2015 —

2Comments
  • Posted by christian on 14/11/2015 at 21:01

    Saya sangat membutuhkan buku ini sebagai referensi,kebetulan saya adalah karyawan ptpn 3 bagian hukum.jika berkenan saya ingin membelinya.mohon dibantu.tks

    Reply
    • Posted by Githa Noviana on 06/01/2016 at 17:00
      in reply to christian

      Buku ini tidah dijual di toko buku manapun.. Namun jika berminat silahkan hubungi Yayasan Cempaka Kencana Yogyakarta 0274-371780 atau ke 0821 333 000 74. Thanks.

      Reply

Leave a reply

Cancel reply