• Revisi pajak ekspor untuk genjot sawit

    Bisnis Indonesia (14/7) JAKARTA: Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai alasan dilakukannya revisi pungutan ekspor sawit karena lonjakan harga komoditas itu tajam sehingga melalui perbaikan itu dapat menangkap peluang harga sawit yang terus melonjak.

    Mendag menambahkan revisi sistem pungutan ekspor masih dalam pembahasan dan diharapkan mencapai titik kesepakatan antara kepentingan pemerintah, kepentingan eksportir, petani sawit, dan masyarakat.

    "Prinsipnya tetap progresif, tetapi lebih kepada bagaimana sistem progresif dibuat lebih optimal. Arahnya lebih banyak titik, dan progresivitasnya lebih sempit," ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
     

    Pungutan ekspor yang berlaku selama ini menggunakan sistem progresif dengan mengikuti harga rata-rata kelapa sawit di Rotterdam sebagai patokan dalam mengenakan tarif pungutan itu. (Bisnis/19) SLt.