• Verifikasi CPO Jangan Hambat Produksi

    TEMPO Interaktif, Jakarta, 22-04-2008:Pelaksanaan verifikasi pengangkutan antarpulau kelapa sawit dan produk turunannya diharapkan tak menghambat proses produksi dan distribusi. "Ini bukan untuk menghambat minyak sawit mentah (CPO) dari luar Jawa ke Jawa," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman, Selasa (22/4). Menurut dia, sekitar 250 ribu ton minyak sawit mentah harus diolah di Jawa.

    Sebelumnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 11/M-DAG/PER/4/2008 tentang verifikasi pengangkutan antarpulau CPO dan produk turunannya. Aturan ini terbit salah satunya karena adanya indikasi ekspor ilegal dengan modus perdagangan antar pulau. Ekspor ilegal ini untuk menghindari pembayaran pungutan ekspor komoditi yang saat ini cukup tinggi yakni 20 persen.

    Peraturan itu mewajibkan adanya verifikasi untuk tiap kegiatan perdagangan antarpulau di pelabuhan bongkar dan muat untuk jenis dan volume CPO dan produk turunannya.

    Direktorat Jenderal Bea Cukai sebelumnya pernah menangkap kapal yang menyelundupkan CPO ke luar negeri. Kerugian akibat kasus tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah. RR ARIYANI. (Twt)