• Kakao terus naik ke posisi tertinggi sejak 1985

    Bisnis
    Indonesia (14/2) CHICAGO (Bloomberg): Harga kakao terus menguat ke posisi tertinggi sejak 1985 karena penguatan poundsterling Inggris terhadap dolar AS memacu di bursa berjangka di
    New York.
     

    Kakao diperdagangkan dalam mata uang pound di London, dan penurunan terhadap dolar AS membuat harga di pasar berjangka
    New York menjadi lebih murah bagi pembeli yang mempunyai mata uang lain. Pound menguat terhadap dolar AS setelah mencapai posisi terendah bulan ini di level US$1,9388 pada pekan lalu.
     

    Harga kontrak berjangka kakao untuk pengiriman Mei menguat US$37 atau 1,5% menjadi US$2.455 per metrik ton di ICE Futures U.S., yang dulu bernama New York Board of Trade.
     

    Sebelumnya, harga kakao mencapai US$2.499, tertinggi sejak April 1985 yang menyentuh US$2.500 per metrik ton.
     


    Harga kakao telah menguat 40% tahun lalu, memimpin penguatan harga komoditas lain seperti kopi, kapas, dan gula, yang disebut sebagai soft commodities yang diperdagangkan di New York.(er)  SLt.