• PTPN IV rugi Rp65 miliar

    Bisnis Indonesia (4/1) MEDAN: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Medan 2007 rugi sekitar Rp65 miliar dari komoditas teh disebabkan beban tenaga kerja masih relatif besar, sementara harga teh di pasar dunia relatif rendah, turun dari US$133 per ton menjadi US$131. 
    Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar US$1,4 per kg. Namun, masih rendah dibandingkan dengan rata-rata harga teh Kenya yang mencapai US$2 per kg atau di Srilanka sekitar US$1,85.
     
    Sebagai akibat persaingan pasaran teh dunia yang semakin tajam dan ketat, perkembangan volume ekspor teh Indonesia mengalami penurunan dari 123.000 ton pada 1993, menjadi 88.175 ton (2003), 102.292 ton (2005), tahun lalu kembali turun jadi 90.000 ton.
     
    Dirut PTPN IV Dahlan Harahap mengemukakan beban tenaga kerja di kebun teh relatif besar karena memetik daun teh belum menggunakan mesin, sehingga biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh dari penjualan teh.
     
    Dia menjelaskan tanaman teh yang dikelola PTPN IV masih ada seluas 5.396 ha dengan produksi teh jadi 12.575 ton atau meningkat 1,98%. Namun, katanya, peningkatan produksi teh tersebut tidak mampu menutupi biaya tetap terutama gaji karyawan yang masih padat karya untuk kebun teh.
     
    ”Walaupun sebagian tenaga kerja di kebun teh sudah dialihkan ke perkebunan kelapa sawit, beban biaya tenaga kerja di kebun teh masih relatif besar,” katanya di Medan, kemarin. (Master Sihotang) SLt