• Pemerintah akan selidiki kasus gula rafinasi

    Bisnis Indonesia (27/12) JAKARTA (Bisnis): Wapres Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menyelidiki dugaan beredarnya dua juta ton bahan baku gula untuk industri makanan dan minuman (gula rafinasi).

    Pernyataan itu dikeluarkan Wapres menyusul aksi demo yang dilakukan anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang mengaku menemukan beredarnya bahan baku gula rafinasi secara bebas di pasar.

    Sebelumnya, Ketua APTRI Arum Sabil mengungkapkan jumlah gula rafinasi yang masuk ke Indonesia mencapai dua juta ton. Padahal daya serap industri makanan dan minuman hanya 900.000 kg-1 juta ton juta ton.

    Kalla menegaskan akan melakukan klarifikasi dugaan tersebut kepada menteri perdagangan dan menteri Perindustrian. "Kami akan klarifikasi, apakah benar ada dua juta ton gula rafinasi yang merembes keluar," dalam konferensi pers hari ini.

    APTRI melaporkan terdapat sekitar 200 pelaku industri makanan dan minuman yang memperoleh kuota impor melebihi kapasitasnya. Bahkan ada perusahaan makanan dan minuman yang hanya butuh gula rafinasi sekitar 10 ton, tetapi melakukan impor. Asosiasi menduga negara dirugikan sekitar Rp1,4 triliun.

    Pada kesempatan itu, Kalla membantah tudingan dari APTRI bahwa program revitalisasi gula yang seharusnya selesai dua tahun mendatang terhambat karena masalah pendanaan. "Tidak benar, karena bank sudah siapkan Rp10 triliun untuk itu." (tw) SLt