• PT Pupuk Kaltim Ekspansi ke Perkebunan

    JAKARTA(SINDO-28-11-2007)
    – PT Pupuk Kalimantan Timur (persero) merencanakan ekspansi usaha di
    sektor perkebunan kelapa sawit.Perseroan akan mengembangkan 20.000
    hektare lahan kelapa sawit yang mampu menghasilkan 30.000 ton minyak
    sawit mentah (crude palm oil/CPO) per bulan.

    ”Saat ini kami terus mencari lahan dan melakukan kerja sama dengan
    perusahaan daerah yang ada di Kaltim. Untuk tahap awal, perseroan akan
    mengembangkan 9.000 hektare,” ujar Direktur Keuangan Pupuk Kaltim
    Soenarko di Jakarta kemarin. Menurut Soenarko jika setiap 1 hektare
    lahan membutuhkan dana sebesar Rp30 juta, maka untuk memenuhi seluruh
    kebutuhan lahan dibutuhkan dana sekitar Rp600 miliar. Dana tersebut,
    kata dia, sebagian besar berasal dari internal perseroan dan sisanya
    akan diperoleh melalui pinjaman dari perbankan maupun lembaga keuangan
    lain.

    Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas untuk produksi,
    perseroan menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (persero). Soenarko
    menjelaskan, ekspansi usaha ke perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan
    pertimbangan komoditas tersebut lebih prospektif dibandingkan komoditas
    perkebunan lain seperti cokelat, kopi, maupun karet.Selain itu,imbuh
    dia,perseroan memiliki keuntungan karena memproduksi pupuk sendiri
    sehingga perkebunan akan memperoleh selisih harga pupuk signifikan.
    ”Harga pupuk di tingkat petani sekitar Rp1.200 per kg, namun jika sudah
    ke perkebunan nasional mencapai Rp2.200 per kg.

    Harga di luar
    negeri mencapai USD330–350 per ton dalam bentuk curah. Bayangkan,
    berapa besar biaya produksi bila menggunakan pupuk dari luar,” papar
    dia. Soenarko menambahkan, untuk lahan produksi,perseroan akan
    memanfaatkan lahan kosong dan terus melakukan due diligence untuk
    mencari lahan yang sudah ditanami (berproduksi). Perseroan juga akan
    mengembangkan produk turunan kelapa sawit, mulai dari CPO, biodiesel,
    hingga metanol. Sementara itu, Direktur Sumber daya Manusia (SDM) dan
    Umum Pupuk Kaltim Jusri Minansyah mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan
    tenaga kerja, pada tahap awal perseroan akan menyewa tenaga ahli dari
    luar, selanjutnya melakukan pelatihan terus-menerus. Selain itu,
    perseroan juga akan melakukan joint management hingga karyawan
    terlatih. (tomi sujatmiko). (Twt)