• Realisasi kredit revitalisasi perkebunan Rp1,81 triliun

    Bisnis Indonesia (19/11) JAKARTA: Hingga Oktober 2007, Departemen Pertanian mencatat realisasi kredit revitalisasi perkebunan untuk komoditas kelapa sawit, karet, dan kakao mencapai Rp1,81 triliun yang disalurkan empat bank nasional.
    Pembiayaan di sektor perkebunan itu disalurkan oleh BRI Rp634,85 miliar, Bank Mandiri Rp679,56 miliar, Bank Bukopin Rp489,09 miliar dan BPD Sumbar atau Bank Nagari Rp5,18 miliar.
    Dirjen Perkebunan Deptan Achmad Mangga Barani mengatakan kredit tersebut akan mendanai revitalisasi di areal seluas 65.514 hektare (ha) yang melibatkan lebih dari 21.826 petani plasma.
    "Rincian kegiatan per provinsi dan per komoditas sampai Oktober 2007 yang sudah terealisasikan Rp1,81 triliun. Lahannya seluas 65.514 ha untuk tiga komoditas itu," katanya di Jakarta, kemarin.
    Terhitung hingga bulan kesepuluh tahun ini, realisasi kredit tersebut baru akan membiayai 13,8% dari total target lahan yang akan direvitalisasi tahun ini seluas 473.000 ha.
    Meski baru terealisasi di level angka itu, Achmad mengatakan, pemerintah terus mengupayakan perluasan lahan sasaran revitalisasi menyusul adanya komitmen tujuh bank yang menyiapkan Rp4,44 triliun.
    "Tujuh bank itu sendiri sudah berkomitmen mencarikan dana sampai Rp31,133 triliun. Tetapi yang sudah siap, artinya dananya sudah ada, Rp4,44 triliun. Karena itu, kami akan berusaha menyederhanakan aturannya agar lebih mudah tersalur."
    Menurut dia, pada penyaluran tahun pertama ini, program tersebut masih banyak terkendala masalah administratif terkait akses petani terhadap perbankan. (Aprika R. Hernanda) SLt