• Produksi gula 2007 diprediksi 2,4 juta ton

    Bisnis Indonesia (15/11) JAKARTA: Departemen Pertanian (Deptan) memperkirakan hingga akhir 2007 produksi gula nasional mencapai 2,4 juta ton karena akan ada tambahan produksi gula sekitar 294.667 ton dari masa giling selama Desember tahun ini.
    Dirjen Perkebunan Deptan Ahmad Mangga Barani mengatakan sampai akhir Oktober 2007 realisasi produksi gula nasional mencapai 2,11 juta ton. Dengan tambahan 294.667 ton akan menjadi 2,4 juta ton pada tahun ini.

     
     "Hingga pertengahan Desember terdapat 49.800 hektare perkebunan tebu yang akan masuk musim giling yang diperkirakan akan menghasilkan 292.667 ton gula," katanya di Jakarta, kemarin.

      
    Selain itu, tambahnya, pada akhir November 2007, pabrik gula (PG) Cepiring di Kendal milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX akan mulai melakukan uji coba produksi. Sampai dengan akhir Desember 2007, PG Cepiring yang diperkirakan bisa memproduksi 2.000 ton gula.
     
    Jumlah itu, lanjut dia, belum termasuk produksi gula dari industri gula rafinasi dan sisa kuota impor gula putih tahun lalu yang belum direalisasikan.

    Konsumsi gula
    Sementara itu, menyinggung konsumsi gula nasional, Achmad Mangga Barani mengatakan, setiap tahunnya berkisar 2,6 juta sampai 2,7 juta ton. Namun, untuk mencukupi kekurangan tersebut, apakah akan dipenuhi dari impor atau tidak masih akan diputuskan dalam rapat pleno Dewan Gula Indonesia (DGI) pada akhir November 2007.

     
    Wakil Sekretaris Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) Adig Suwandi menuturkan dari industri gula rafinasi akan ada tambahan produksi 90.000 ton gula.
     
    "Jika akan dilakukan impor, hanya diperuntukkan sebagai stok cadangan (buffer stock)," tuturnya kepada Antara. "Buffer stock ini, diperlukan untuk kebutuhan setengah bulan sebelum masuk masa giling. Kebutuhan buffer stock sekitar 100.000 ton," katanya.
    Pada kesempatan itu, Achmad menyatakan Deptan menganggarkan Rp115 miliar untuk peningkatan produksi gula nasional 2008 dan sebagian besar dialokasikan untuk keperluan bongkar ratoon yakni mengganti tanaman lama dengan yang baru perkebunan tebu seluas 18.000 ha.

     
    "Dengan begitu, produktivitas perkebunan tebu dapat ditingkatkan menjadi 80 ton per hektare Pada 2007, Deptan menganggarkan Rp42 miliar untuk keperluan bongkar ratoon," katanya.
     
    Selain peningkatan produktivitas perkebunan tebu, katanya, bongkar ratoon tersebut diharapkan meningkatkan rendemen tebu nasional dari 7,6% pada 2007 menjadi 8% di 2008. Dengan kondisi tersebut, menurut dia, pada tahun 2008 peningkatan produksi gula nasional ditargetkan menjadi sekitar 2,6 juta-2,7 juta ton.? (martin.sihombing) Slt