• Mentan: Indonesia Produsen Kelapa Sawit Terbesar di Di Dunia

    Republika (07/11) Denpasar-RoL–  Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan hasil produksi pada tahun 2006 mampu mencapai sebesar 16 juta ton pertahun.
    "Devisa yang didapat dari ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya pada tahun itu mencapai 4,8 miliar dolar AS," kata Mentan, Anton Apriyantono saat membuka konferensi minyak sawit dan price outlook 2008 di Nusa Dua, Bali, Rabu.

     
    Mentan mengatakan, keberhasilan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang dicapai Indonesia saat ini, selain secara ekonomi menunjukkan keuntungan, juga memberi berbagai manfaat yang terkait dengan permasalahan pembangunan ekonomi nasional dan pembangunan wilayah.
     
    "Peluang pengembangan kelapa sawit di tanah air masih terbuka karena didukung oleh sumber daya dan teknologi, disamping juga peluang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik dalam negeri maupun ekspor, " katanya.
     
    Anton menyebutkan, kebutuhan yang harus dipenuhi, yaitu untuk minyak makanan dan "oleo chemical" yang belakangan ini cenderung semakin meningkat, dimana tumbuhnya gerakan pengembangan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. "Dengan demikian pengembangan kelapa sawit perlu terus kita lakukan pada daerah-daerah yang secara agro-ekonomis memungkinkan pengembangannya," kata Anton.
    Ia mengemukakan, walau prospek kelapa sawit saat ini sangat baik, tetapi dihadapkan pada citra negatif dalam hal pengembangan, dimana dalam pengembangannya tidak mengikuti kaidah-kaidah pelestarian lingkungan hidup.   Terlebih pemerintah Uni Eropa dan Amerika memberlakukan keberlanjutan "bio-fuel" yang berpotensi dapat menghambat ekspor minyak kelapa sawit ke Eropa.
     
    "Kriteria deforestrasi dan hilangnya bio-deversiti merupakan dua ketentuan yang tidak boleh diabaikan dalam bahan baku ‘bio-fuel’ untuk Eropa," jelasnya. Untuk itu prinsip pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi landasan pengembangan kelapa sawit harus benar-benar diterapkan di lapangan.
     
    Ia menambahkan, dalam rangka pencitraan minyak kelapa sawit Indonesia di dunia, khususnya Eropa, pemerintah bersama-sama masyarakat kelapa sawit telah mengadakan workshop dengan tema ‘Promoting Sustainable Palm Oil’ di sejumlah negara Eropa, diantaranya Belanda, Brusell dan London. (antara/mim) SLt