• Kampanye Hitam CPO Tak Pengaruhi Produksi

    TEMPO Interaktif, (9/10) Jakarta: Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia Rosediana mengatakan, kampanye hitam yang dilakukan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di London, Inggris, tentang minyak kelapa sawit tak terlalu berpengaruh pada laju produksi komoditas itu.
    Namun, ia mengakui ada pengaruh secara moral. "Secara moral memang ada, misalnya berupa imbauan jangan beli hasil produksi Indonesia dan ada semacam upaya menakut-nakuti," katanya kepada Tempo Ahad lalu.
    Bahkan, Rose melanjutkan, kampanye tandingan untuk melawan kampanye hitam tadi mendapat sambutan positif media massa lokal dan internasional di London. Kampanye tandingan dilancarkan oleh Departemen Pertanian bersama para pengusaha minyak sawit pada pekan lalu.
    Ia berharap, kampanye menjadi titik awal hubungan yang baik antara produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia dengan pers internasional.
    Menteri Pertanian Anton Apriantono sependapat dengan Rose. Menurut dia, selama ini informasi yang diperoleh masyarakat dan media massa tak seimbang. "Mereka hanya dapat informasi buruknya saja, tanpa ada jawaban dari kami."
    Anton menjelaskan, rombongan departemennya juga menemui beberapa kementerian perekonomian di London untuk membicarakan peluang kerja sama bidang pertanian. Tapi, lobi itu masih berupa pembicaraan lisan.
    Kapasitas produsen nasional untuk ekspor ke Eropa diperkirakan 2,3-2,5 juta ton per tahun. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan ekspor CPO dari Malaysia sebab negara itu mempunyai tiga industri pengolahan (refinery) dalam skala besar di Eropa.
    Pada tahun lalu terjadi penurunan jumlah ekspor CPO ke Eropa sekitar 500 ribu ton. Penurunan tak hanya dialami produsen Indonesia, juga seluruh produsen CPO. Penurunan ekspor juga bukan disebabkan gencarnya kampanye negatif.
    Data Dewan Minyak Sawit Indonesia menunjukan, area perkebunan kelapa sawit pada 2006 seluas 6,07 juta hektare dengan produksi CPO per tahun 15,8 juta ton. Pada tahun ini, diperkirakan produksi CPO meningkat menjadi 17,4 juta ton. Sedangkan total ekspor CPO Indonesia selama 2005 sebanyak 10,44 juta ton. Naik menjadi 12,15 juta ton pada 2006, dan tahun ini diperkirakan mencapai 13,05 juta ton. (Aguslia Hidayah) SLt