• PTPN Enggan Pakai Kredit Revitalisasi Perkebunan

    Binis Indonesia 18/9 MEDAN. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengaku prihatin dengan keengganan direksi perusahaan perkebunan negara untuk memanfaatkan dana revitalisasi perkebunan yang telah disiapkan lembaga perbankan nasional.

    Padahal, katanya, komitmen kredit perbankan tersebut dimaksudkan untuk mendorong perusahaan perkebunan nasional untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengantisipasi ketatnya persaingan di antaranya untuk replanting atau ekspansi lahan.

    “Terus terang, saya nelangsa dengan kenyataan itu. Saya lihat ada persoalan di internal kita,” katanya di Medan, Minggu malam.

    Dia mengningatkan jika hanya mengandalkan dana internal perusahaan nusantara tidak akan dapat bersaing dengan perusahaan perkebunan milik swasta yang relatif lebih aktif dan berani memanfaatkan komitmen kredit yang disiapkan perbankan nasional.

    Seharusnya, kata dia, para direksi perusahaan perkebunan tidak perlu takut mengambil pinjaman kredit perbankan, apalagi kredit bank itu dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

    “Jangan hanya memikirkan karier terus agar dinilai baik sehingga takut dengan pinjaman utang,” tuturnya.

    Agus Pakpahan, Deputi bidang usaha agro industri, kehutanan, kertas, percetakan dan penerbitan kementrian BUMN menegaskan direksi perusahaan perkebunan hendaknya tidak perlu takut memanfaatkan utang dan menghindarinya hanya memilih ekspansi dengan mengandalkan dana internal perusahaan.

    Dia melihat ada kecenderungan para direksi enggan memanfaatkan utang untuk mendanai ekspansi lahan atau penanaman. Padahal, sebaliknya, terjadi di perusahaan perkebunan swasta. “Dimana aktif menggunakan utang untuk mengambil alih lahan,” katanya. (Yusran Yunus) SLT