• Pusat Penelitian Karet Kembangkan Bibit Baru

    Bisnis Indonesia, Medan, (7/8), Pusat Penelitian Karet Indonesia (PPKI) mengembangkan bibit karet IRR-100 karena memiliki produktivitas riil dalam bentuk getah karet sebesar 2 ton per hektare per tahun.

    Direktur Pusat Penelitian Karet Indonesia (PPKI) Chairil Anwar mengemukakan klon karet baru ini belum banyak tersebar karena keterbatasan kebun entres (bibit atas yang diokulasi ke bibit batang bawah) yang dikembangkan di beberapa lokasi.
    Selama ini, tuturnya klon-klon karet yang dihasilkan PPKI yang membawahi Pusat Penelitian (Puslit) Karet Sei Putih, Kab. Deli Serdang (Sumut), Sembawang, Palembang (Sumsel) dan Salatiga (Jateng) hanya mampu menghasilkan bibit karet sekitar 2,2 juta pohon per tahun. Dia mengakui selama ini masyarakat dan swasta telah mengembangkan okulasi karet sebagai bibit entres. Masalahnya, produktivitas (getah) karet yang dikembangkan hanya mencapai 1,4 ton per hectare. ‘Malahan perkebunan karet rakyat yang mengambil klon karet sembarangan, memiliki produktivitas 800 kg per hektare per tahun,” katanya kepada Bisnis di Medan, kemarin. Dia mengemukakan Departemen Pertanian dan PPKI sedang mengembangkan kebun entres di Sembawang, Sumsel, seluas 70 – 80 ha untuk menambah pasokan bibit karet berkualitas termasuk IRR-100.

    “Kami belum bisa pastikan berapa bibit IRR-100 yang mampu dihasilkan, Kami mencoba mengembangkan dan mangajak masyarakat maupun perusahaan di sentra-sentra produksi karet dengan system waralaba,” tuturnya.

    Sebelumnya, dalam satu kesempatan di Medan, Dirjen Perkebunan Deptan Achmad Mangga Barani menyebutkan bibit karet dalam rangka mempercepat revitalisasi perkebunan pada 2007 masuh kurang (Master Sihotang) SLt