• Perkebunan Serap Kredit Rp 1,2 triliun

    JAKARTA (31/7) – Hingga Juli 2007, kredit perbankan untuk revitalisasi perkebunan yang disalurkan tiga bank tercatat mencapai Rp. 1,154 triliun untuk perluasan dan peremajaan tanaman kelapa sawit dan kakao dengan total areal seluas 56.411 hakter.

    Penyaluran dana untuk program revitalisasi yang digulirkan tahun ini baru mencapai 2,8% dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai Rp. 40 triliun dengan sasaran perluasan lahan hingga 2 juta hektar (ha) pada 2009.

    Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian (Deptan) Ahmad Mangga Barani, mengatakan dana kredit yang sudah terlaksana memang baru sebesar itu. Namun, selanjutnya tujuh bank yang terlibat dalam program itu telah menyiapkan Rp. 4.44 triliun.
    "Tujuh bank itu sendiri berkomitmen mencarikan dana sampai Rp. 31.133 triliun. Tetapi yang sudah siap, artinya dananya sudah ada, Rp. 4.44 triliun. Sedangkan yang sudah terlaksana penyalurannya Rp. 1.154 triliun," katanya kemarin.

    Kredit tersebut telah disalurkan untuk 27.486 petani plasma komoditas sawit dan kakao di 12 provinsi dengan target yang yang akan dikerjakan seluas 56.411 ha. Selain dana yang telah tersalurkan tambahnya, tiga bank tersebut telah memproses penyaluran kredit serupa sebesar Rp. 3.216 triliun untuk 59.507 petani lainnya dengan sasaran lahan 127.461 ha.
    "Yang ini masih dalam MoU (mamorandum of understanding) untuk diproses selanjutnya agar bisa segera terlaksana penyalurannya," kata Ahmad.

    Sementara itu, data Deptan mencatat, 21 direkomendasikan pemerintah daerah hingga Juli 2007 juga telah mengajukan permintaan kredit untuk membiayai revitalisasi di areal seluas total 130.178 ha.

    Bantuan USAID
    Disisi lain Dirjen Perkebunan kemarin juga meneken nota kesepahaman dengan Badan Pembangunan Internasional AS, USAID, untuk menjalin kerjasama peningkatan produksi perkebunan, khusunya komoditas kakao, karet, kopi, dan jarak.

    Kesepakatan itu diteken kemarin oleh Ahmad dan Chieff Agribisness Market and Support Activity (Amarta) USAID David Anderson serta disaksikan Deputy Direktur Economic Growth Officer Rafael Jabba.

    "Kerjasama senilai US$ 13,75 juta ini akan meliputi transfer teknologi penanaman bibit berkualitas dan pengangan pascapanen untuk meningkat produktivitas petani, sehingga diterima pasar domestik maupun ekspor," kata Rafael seusai peneken nota tersebut.(Afrika R Hernanda) SLt