• PE Minyak Sawit Dipertahankan

    Medan, Medan Bisnis (1/8/07), Pemerintah menegaskan kebijakan pemberlakuan pungutan ekspor produk minyak sawit mentah dan turunannya 6,5 % – 10% akan terus dilaksanakan secara konsisten karena sangat menopang industri produk turunan CPO didalam negeri dengan jaminan ketersediaan bahan baku yang cukup.
     
    Menteri Perindustrian Fahmi Idris menegaskan pemberlakuan PE CPO bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasok dan permintaan didalam negeri, dimana eksportir tetap bisa di ekspor, namun pasokan bahan mentah bagi industri produk turunan CPO didalam negeri tetap terjamin.
     
    “Kebijakan ini menopang industri produk turunan agar nilai tambahan produk turunan bisa semakin ditingkatkan,” katanya dalam kunjungan kerja disejumlah industri CPO dan turunannya.
     
    Tujuan PE CPO, lanjutannya, dalam menjamin stok kebutuhan CPO didalam negeri dan diharapkan berdampak positif bagi perusahaan yang memiliki industri hilir karena bisa mendapatkan bahan baku yang lebih murah.
     
    “Yang jelas kebijakan PE CPO kini tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah sehingga cukup ideal bagi semua pihak. Bagi industri yang memiliki industri hilir, mereka telah merasakan adanya peningkatan nilai tambah dari produk hilirnya”.
     
    Bachtiar Karim, Presiden Direktur PT Musim Mas, salah satu produsen industri turunan CPO berbasis di Medan mengatakan kalangan industri produk turunan CPO di dalam negeri memahami kebijakan pemberlakuan PE.

    “Namun, kami berharap ada kepastian sampai kapan kebijakan PE CPO dan turunannya di berlakukan,” katanya.

    Sahat M. Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan halnya PE CPO memiliki jangka waktu yang pasti, sehingga memberikan kepastian berusaha. (Abd)