• Revilatilasi PG Tunjang Pertumbuhan Produksi

    Bisnis Indonesia, SURABAYA (27/6). Pelaku Industri Pergulaan Mendesak Pemerintah Untuk Segera Merevitalisasi 52 Pabrik Gula (PG) Di Jawa yang mesin dan peralatannya sudah tua dan tidak efisien.

    Hal ini penting untuk menunjang program pemerintah yang mematok pertumbuhan produksi gula nasional sebesar 1 juta ton, yaitu dari 2,3 juta ton pada 2006 menjadi 3,3 juta ton pada 2009.

    “Dengan begitu tidak ada pilihan lain program revitaliasi harus dipercepat,” kata Adi Suwandi, Wakil Sekjen Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI), di Surabaya, kemarin.

    Dia, menyebutkan Wakil Presiden M.Jusuf Kalla dalam kunjungan ke sejumlah PS. Al. PG Semboro milik PTPN XI di kabupaten Jember, pekan lalu telah melontarkan untuk keperluan revitalisasi tadi diperlukan baiaya tidak kurang dari Rp. 5 triliun.

    Revitalisasi PG, kata dia,, bagian integral peningkatan daya saing industri gula nasional untuk menghadapi liberalisasi perdagangan yang tidak terelakkan. Beberapa parameter daya saing adalah perbandingan biaya produksi gula lokal terhadap biaya produsen terefisien di dunia ditambah dengan 20% biaya mendatangkan ke Indonesia ketika berbagai kebijakan proteksi tidak ada lagi.

    Ukuran ini identik dengan harga pokok produksi (unit cost) maksimum US$ 40 per ton.

    Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Faruk Bakrie mengatakan ada tiga risiko investasi untuk industri berbasis tebu di Indonesia yakni teknis, ekonomi dan kebijakan.

    Menurut dia, dari sisi ekonomi umumnya berupa turunnya harga jual gula di bawah biaya produksi. Hal tersebut terkait dengan system perdagangan dan ketersediaan sarana/infrastruktur penunjang, system distribusi serta instrument pengendalian harga yang erkait erat dengan kebijakan pemerintah. <SLt>