• PPKKI tingkatkan produksi kopi luwak

    BONDOWOSO Bisnis Indonesia-20/06/07 – Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) berupaya meningkatkan produksi kopi luwak (musang), yang merupakan kopi termahal di dunia dengan nilai jual US$80 per kg, sebesar 100% dari produksi per tahun 40 – 50 kg menjadi 100 kg per tahun.

    Teguh Wahyudi, Direktur PPKKI mengatakan lembaganya yang berkantor pusat di Jember akan mengupayakan peningkatan produksi kopi luwak karena permintaan atas komoditas kopi unik dengan cita rasa khas itu sangat tinggi.

    "Meski harganya sangat mahal, bahkan kopi luwak bisa menjadi kopi termahal dengan pasaran US$80 per kg, tetapi permintaan atas komoditas kopi yang mengalami proses metabolisme di perut luwak [musang] itu cukup tinggi, baik pasar nasional maupun ekspor," kata Teguh kepada Bisnis, kemarin.

    Surip Mawardi, peneliti PPKKI mengatakan peningkatan produksi kopi luwak itu akan dilakukan dengan proses penangkaran hewan yang suka makan biji kopi tersebut, meski diakuinya proses itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit terkait tingkat kesulitannya yang cukup tinggi.

    "Penambahan populasi luwak di areal perkebunan kopi akan secara signifikan dapat mendorong proses peningkatan produksi kopi luwak. Namun penangkaran hewan itu perlu waktu cukup lama," ujarnya.

    Dia menjelaskan pengembangan kopi luwak itu secara khusus dilakukan di Kebun Percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso. "Areal perkebunan Andungsari kini mencapai 100 hektare, hampir semua luasan lahan itu ditanami komoditas kopi. Namun yang efektif berproduksi seluas 20 hektare.

     
    Pada areal itu dipelihara puluh an luwak yang secara khusus diharapkan dapat menjadi hewan yang memproses kopi luwak itu." Surip menyakini komoditas kopi luwak akan menjadi salah satu primadona komoditas ekspor bila dapat dikembangkan secara besar di sejumlah areal perkebunan kopi. "Komoditas kopi luwak yang awalnya belum banyak dikembangkan, dengan sejumlah sentuhan teknologi akan dapat dikembangkan secara masif dimasyarakat, khususnya pelaku usaha perkebunan kopi.
    Wong jelas harga jualnya mahal dan pasarnya masih cukup besar." (Twt)